ADdiction

Penjualan Iklan Menurun, Pendapatan Twitter Turun Drastis

Addiction.id-Jakarta. Selama ini, Twitter mengandalkan pendapatan dari iklan. Sebesar 83% pendapatan Twitter berasal dari iklan.

Namun, akibat dampak pandemi Covid-19 dan kerusuhan di Amerika Serikat, penjualan iklannya kini menurun tajam, dengan penurunan sebesar 23%, menjadi USD 562 juta atau sekitar Rp8,2 triliun.  Padahal pengguna aktif hariannya meningkat hingga 186 juta orang. Karenanya, perusahaan ini merugi USD 124 juta.

Menurut laporan Reuters, total pendapatan Twitter menurun hingga 19% dari tahun ke tahun menjadi USD 683 juta atau Rp 9,9 triliun per kuartal II.

Untuk kembali meningkatkan pendapatan perusahaan, Twitter berencana memungut biaya berlangganan bagi penggunanya.

CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan, pemberlakuan layanan berbayar itu masih dalam tahap awal percobaan. Tak ayal bila belum ada keterangan lebih lanjut bagaimana mekanismenya dijalankan.

“Anda akan melihat sejumlah pengetesan tahun ini,” ucap Jack Dorsey, Kamis (24/07), saat mendiskusikan pendapatan perusahaan pada kuartal II ini.

Diprediksi, layanan berbayar Twitter ini akan memberi opsi penggunanya untuk meniadakan iklan, seperti Youtube, dikutip dari 9to5Mac.

Sebagai informasi, Twitter memang dikabarkan akan memberi opsi layanan berbayar. Kabar ini mencuat sejak awal bulan ini, setelah Twitter membuka lowongan pekerjaan untuk membangun platform berlangganan dengan nama sandi “Gryphon.”

Kabar tersebut kemudian memunculkan sentimen positif investor karena inisiatif Twitter, sehingga saham perusahaan ini meningkat.

(LH)

About author

Related Articles