ADdiction

Bukan Bersaing, Google dan Facebook Justru Saling Perkuat Monopoli Iklan

Addiction.id-Jakarta. Kesepakatan rahasia antara Google dan Facebook akhirnya bocor. Adapun bocoran ini memperkuat dugaan monopoli keduanya, khususnya di ranah bisnis iklan digital, dilansir dari The New York Times (18/1).

Diketahui, Oktober lalu, Departemen Kehakiman dan belasan negara bagian menggugat Google dengan tuduhan memonopoli bisnis di ranah digital. Raksasa ini disebut membayar sejumlah perusahaan ponsel agar mesin pencarinya menjadi browser otomatis perangkat pengguna.

Sementara, pada Desember lalu, Facebook digugat oleh nyaris semua negara bagian Amerika Serikat dan Komisi Perdagangan Federal (FTC) dengan tudingan memonopoli bisnis dan mengakuisisi pesaingnya sebelum besar.

Jauh sebelum adanya kesepakatan rahasia di antara keduanya, Facebook berjalan sendiri. Empat tahun lalu, perusahaan jejaring sosial ini mengembangkan cara baru untuk menjual bisnis iklan. Inovasi ini diduga membikin kuasa Google di pasar ‘agak’ melemah.

Namun, seiring berjalannya waktu, Facebook memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain, termasuk Google pada 2018.

Baru-baru ini, para eksekutif di enam dari 20 perusahaan yang terlibat perjanjian dengan Google membeberkan bahwa Facebook menerima persyaratan yang jauh lebih mudah daripada perusahaan mereka. Mereka juga mengaku tak sadar bila Facebook mendapat keuntungan yang tak didapat perusahaan mereka.

Misalnya, Google memberi Facebook 300 milidetik untuk menawar iklan. Sementara perusahaan lain hanya memiliki 120 milidetik. Artinya, Facebook untung lebih besar jika dibandingkan perusahaan mitra Google lain.

Sementara itu, Google dan Facebook mengatakan bahwa kesepakatan seperti itu lazim dalam bisnis periklanan digital dan tak menghambat persaingan.

Namun, hal tersebut sejatinya memicu kekhawatiran terkait mekanisme kesepakatan di ranah digital. Terlebih manfaat, seperti yang diberi Google kepada Facebook, tak pernah dilaporkan dengan gamblang hingga kini.

Juru bicara Google Julie Tarallo McAlister menilai kekhawatiran tersebut tak berdasar. “Salah menggambarkan perjanjian ini, seperti halnya banyak aspek lain dari bisnis teknologi iklan kami,” tukasnya.

McAlister juga menambahkan bahwa Facebook hanyalah satu dari sejumlah perusahaan yang terlibat dalam program Google. Sementara itu, lanjutnya, Facebook juga mitra perusahaan lain yang menjalankan program serupa.

Google sendiri memang sempat khawatir Facebook, sebagai salah satu pembeli iklan terbesar dunia, akan bersaing dengan Google terkait bisnis iklan digital ini.

Kemudian juru bicara Facebook Christopher Sgro mengaku bahwa pihaknya melakukan kesepakatan serupa dengan perusahaan lain, seperti halnya antara Facebook dan Google.

“Ini membantu meningkatkan persaingan dalam lelang iklan. Yang mengatakan jenis perjanjian ini merugikan persaingan, tidaklah berdasar,” katanya.

Masih menurut The New York Times, jika digabungkan, kedua raksasa itu mengantongi lebih dari setengah dari total pengeluaran untuk iklan digital pada 2019.

Bukan bersaing, tapi saling perkuat monopoli
Mantan Jaksa Agung di biro antitrust New York Sally Hubbard meyakini bahwa Google dan Facebook sebetulnya tak bersaing. Justru, kata dia, mereka bekerja sama untuk saling memperkuat kekuatan monopoli.

Perihal monopoli, kedua raksasa itu disebut mengatur agar Facebook memenangkan persentase preset dari iklan yang akan ditawar. Bahkan, ada sebuah laporan yang mengatakan bahwa, “Tanpa sepengetahuan pelaku pasar lainnya, tak peduli seberapa tinggi orang lain mungkin menawar, akhirnya ‘palu akan diketuk’ untuk keuntungan Facebook.”

Namun Google menanggapinya dengan mengatakan bahwa Facebook mendapat penawaran tertinggi lantaran memenangkan lelang.

Sekadar informasi, cara kerja iklan digital ini ialah pengguna akan langsung diarahakan ke server iklan setelah mengklik link iklan yang ada di halaman situs internet. Lantaran Google yang mendominasi di pasar internet, maka perusahaan raksasa inilah yang punya kesempatan besar untuk mengoperasikan dan mengatur slot bisnis iklan.

(LH)

About author

Related Articles