Pemerintah Dorong Digitalisasi UMKM Demi Pemulihan Ekonomi Nasional

Addiction.id-Jakarta Pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk merambah ke digital atau digitalisasi. Ini merupakan salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi Indonesia. UMKM sendiri merupakan entitas penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, mengingat 99% pebisnis di Indonesia merupakan UMKM dan 60% PDB berasal dari UMKM.

Sayangnya, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Sagara menuturkan bahwa pelaku UMKM harus menghadapi berbagai tantangan. Pertama, minimnya literasi teknologi digital khususnya untuk pemanfaatan pemasaran dan akses pasar. Kedua, sulitnya akses pembiayaan dan modal usaha. Belum lagi adanya permasalahan kualitas SDM.

Oleh karena itu, tak heran bila pemberdayaan UMKM menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam pegelaran G20, menurut Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah dalam menyambut forum The Third Quarterly Group Discussion “Digital Economy to Support SDGs”, dikutip pada Senin (22/8). Adapun akselerasi digitalisasi UMKM menjadi salah satu narasi besar Indonesia dalam pegelaran tersebut.

Di samping itu, Siti juga mengatakan bahwa akselerasi digitalisasi UMKM juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai percepatan transformasi digital UMKM Indonesia.

Berdasarkan hasil riset dari Boston Consulting Group bersama Blibli juga Kompas Data yang berjudul “Menciptakan Pertumbuhan Inklusif melalui Digitalisasi UMKM di Indonesia”, dengan pemberian dukungan yang tepat, Indonesia bisa meningkatkan literasi digital UMKM dari 20% menjadi 50% per 2024. Langkah ini diproyeksikan bisa mendorong peningkatan ekonomi sebesar US$38 miliar atau setara Rp546,5 triliun, sekaligus memperluas peluang ekonomi.

Disebutkan pula bahwa potensi UMKM bisa didorong lewat digitalisasi untuk memperkuat perekonomian Indonesia dan menghasilkan manfaat sosio-ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Managing Director Boston Consulting Group, Haikal Siregar mengakatan bahwa UMKM yang telah go digital, bisa menghasilkan pendapatan 1,1X lebih tinggi dari UMKM yang hanya eksis secara offline. “UMKM online juga 2,1X lebih berpeluang untuk menjual barang di skala nasional, dan 4,6X lebih berpeluang untuk mengekspor barang ke luar negeri,” tambahnya.

“Namun, terlepas dari keunggulan tersebut, baru 20% UMKM Indonesia yang telah melek digital,” lanjut Haikal.

Lebih lanjut, riset juga menunjukkan bahwa UMKM membutuhkan dukungan dan bimbingan agar bisa mengatasi tantangan bersama e-commerce, termasuk dalam segi adopsi teknologi, branding, modernisasi produk lokal, dan sertifikasi.

CEO & Co-Founder Blibli Kusumo Martanto menambahkan bahwa penelitian ini juga menunjukkan bahwa 77% UMKM mempekerjakan komunitas lokal, dengan membuka antara satu sampai lima lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Ini membutkikan bahwa upaya pemberdayaan UMKM dengan teknologi digital akan membuka jalan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

“Blibli berkomitmen untuk memainkan perannya dengan lebih aktif lagi, bermitra dengan perusahaan dan agensi yang profesional dan berpengalaman di seluruh Indonesia—yang memiliki kesamaan visi—untuk membantu mendukung inisiatif ini,” tandas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :