SangiRUN Night Trail Hadir Kembali di 2022

Addiction.id-Jakarta SangiRUN Night Trail kembali hadir. Di tahun ini, lomba lari di malam hari di sekitar situs manusia purba itu mengangkat tema “Survive dan Sparkling”. Dilansir dari laman resmi Sangirun.com pada Minggu (20/8), lomba tersebut akan dimulai di Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Adapun acara ini akan digelar Sabtu, 17 September 2022 ini, pada pukul 8 malam sampai pukul 2 dini hari.

Untuk diketahui, SangiRUN Night Trail digelar pertama kali pada 2021 lalu. Pegelaran acara ini merupakan wujud dari upaya pengembangan dan pemanfaatan Situs Manusia Purba Sangiran, sekaligus menghidupkan kembali olahraga lari. Acara ini merupakan besutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek) dan Pemerintah Kabupaten Sragen serta Karanganyar.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek Hilmar Farid mengatakan bahwa SangiRUN Night Trail hadir untuk memperkenalkan dan mendekatkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat. Kali ini yaitu dengan cara menggelar kegiatan masyarakat yang relevan dan kekinian.

“SangiRUN ini mulanya merupakan kegiatan olahraga untuk mendekatkan Situs Sangiran dengan masyarakat melalui lomba lari. Situs Sangiran merupakan situs yang menjelaskan pertumbuhan manusia. Dari situ kita lalu mencari tema yang relevan antara kegiatan lomba lari dengan substansinya sebagai warisan sejarah,” tutur Hilmar, beberapa waktu lalu.

Restu Gunawan, Direktur Pengembangan dan Pemanfaat Kebudayaan, menambahkan bahwa ide menghadirkan SangiRUN Night Trail berasal dari berbagai komunitas yang ingin mengolaborasikan situs cagar Sangiran dengan olahraga.

“Kita tahu bahwa manusia purba tentu berhubungan erat dengan kondisi daya tahan tubuh, bagaimana bertahan di alam, dan lain sebagainya,” tutur Restu, dikutip dari Instagram @sangirun.official. “Kemudian muncul ide untuk membuat acara ‘SangiRUN Night Trail’, di mana para peserta berlari di malam hari di sekitar situs Sangiran.”

Ia mencatat bahwa berbeda dari pegelaran SangiRUN Night Trail pada 2021 lalu, di tahun ini akan lebih menonjolkan dan melibatkan masyarakat di sekitar area lomba. “Jadi acara ini bukan sekadar acara olahraga, melainkan juga akan menunjukkan posisi sosial masyarakat di area lari di sekitar Sangiran. Peserta lari nanti bisa melihat aktivitas masyarakat sekitar,” ujarnya.

Berangkat dari itu, lanjut Restu, akan ada berbagai agenda baru yang ditambahkan di SangiRUN Night Trail tahun ini. Contohnya yaitu lokakarya atau pameran bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sangiran, Karanganyar, dan Sragen. Kegiatan ini dibungkus ke dalam “SangiRUN Fair”, yang akan digelar pada 16 sampai 18 September 2022.

Selain itu, akan digelar juga kegiatan pameran prasejarah dengan tema “Kampung Purba” di Gedung De Colomadu, di Karanganyar, Solo Raya. Pameran ini  merefleksikan kehidupan masa prasejarah dalam bentuk kampung yang terbagi dalam beberapa klaster. Rangkaian ini akan digelar di sepangang 12 sampai 24 September 2022.

Salah satu mitra acara untuk promosi, yaitu Luar Kotak, mengatakan bahwa SangiRUN tahun ini memang lebih banyak menjangkau masyarakat ketimbang berlarinya sendiri.

“Sangirun akan lebih banyak mengekspos kegiatan-kegiatan masyarakat,” tambah Founder Luar Kotak Andre Donas. “Itulah sebabnya, Kami membuat satu area besar yang bisa menampung berbagai potensi masyarakat, yakni UMKM, di sekitar situs Sangiran dalam even bernama ‘Sangirun Fair’. Bersamaan dengan itu, ada pula pameran besar prasejarah di situs Sangiran.”

Andre melanjutkan bahwa “Saya mau mengajak dan berharap semoga masyarakat mendapat manfaat dari kehadiran situs Sangirun dan acara ini,” lanjutnya.  

“Ini yang pertama yang keikutsertaannya terbesar di Indonesia… mudah-mudahan banyak orang bisa berpartisipasi di acara ini. Acara ini juga bisa diapresiasi sebagai rekreasi dan pendidikan. Mudah-mudahan bisa memperkaya khazanah kesejarahan,” kata Restu.

Sebagai informasi, Sangiran merupakan situs manusia purba di Indonesia, yang tepatnya terletak di antara Kabupaten Sragen dan Karanganyar. Sejak 1996, situs ini diakui oleh para ilmuwan sebagai warisan dunia dan dianggap penting untuk mempelajari fosul manusia.

Disamping lomba lari, pameran UMKM, dan pameran prasejarah, ada pula lokakarya komunitas, lokakarya seni kriya, hingga instalasi cahaya.

Perihal lomba lari, ini dibagi menjadi dua kategori yaitu yakni lari sejauh 25 km dan lari bersama kawan atau keluarga sejauh 4 km. Adapun yang menjadi jalur lomba lari antara lain bukit, hutan, dan sawah. Selama berlari, peserta bakal bisa berkunjung atau melihat aktivitas masyarakat sekitar situs Sangiran.

Lebih lanjut, pendaftaran telah dibuka sejak 8 Agustus 2022 pukul 13.00 WIB. Kuota terbatas hanya untuk 250 peserta. Untuk mendapat informasi lanjutan, silakan kunjungi Instagram @sangirun.official atau sangirun.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :