Lalai! Ternyata Facebook Sajikan Misinformasi Selama Berbulan-bulan

Addiction.id-Jakarta Bug dalam algoritme peringkat News Feed Facebook menyuguhkan misinformasi dan berbagai konten berbahaya kepada pengguna, menurut laporan The Verge. Hal ini terjadi antara Oktober dan Maret lalu.

Karyawan Facebook menyebut masalah itu sebagai “masalah besar” mengingat bug tersebut tak kunjung diperbaiki dalam waktu berbulan-bulan, dan bug ini memengaruhi sebagian tampilan News Feed.

Sejatinya, algoritme peringkat itu diharapkan bisa menurunkan peringkat misinformasi hingga konten bermasalah lainnya. Namun, musim gugur yang lalu, misinformasi justru meningkat hingga 30% dan konten yang peringkatnya harus turun, ternyata tidak demikian. “Selama periode bug, sistem Facebook gagal menurunkan konten ketelanjangan, kekerasan, dan bahkan media pemerintah Rusia—sebagai tanggapan atas invasi negara ke Ukraina,” dikutip dari The Verge.

Adapun yang lebih mengkhawatirkan yakni para teknisi Facebook tampaknya menyadari ada sesuatu yang bermasalah sejak Oktober 2021, namun tak diperbaiki hingga 11 Maret 2022. Mereka berdalih bahwa “tidak dapat menemukan akar masalahnya.”

Insiden ini menggarisbawahi betapa kompleks dan buramnya algoritme peringkat Facebook, bahkan bagi karyawannya sendiri. Whistleblower Frances Haugen menilai masalah seperti ini merupakan bukti bahwa perusahaan perlu membuat algoritmenya transparan kepada peneliti luar, atau menjauh dari peringkat berbasis engagement.

Sementara itu, juru bicara Facebook mengaku bahwa pihaknya telah memperbaiki bug. Pun mengatakan bahwa masalah itu “tak memiliki dampak jangka panjang yang berarti pada metrik kami.”

Namun, fakta bahwa Facebook butuh waktu lama untuk memperbaikinya, kemungkinan akan mendorong seruan untuk mengubah pendekatan perusahaan terhadap peringkat algoritmik.

Diketahui, baru-baru ini Meta—yang merupakan induk Facebook dan Instagram—mengembalikan feed non-algoritmik di Instagram. Langkah ini sebagai tanggapan atas kekhawatiran tentang dampak rekomendasinya terhadap pengguna yang lebih muda. Meta pun kemungkinan akan menghadapi regulasi yang mengatur algoritme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :