Pertumbuhan Pengguna dan Bisnis Iklan Twitter Naik Tipis

Addiction.id-Jakarta Belum lama ini, Twitter melaporkan bahwa pendapatan iklan dan pertumbuhan penggunanya di kuartalan awal 2022 ini meleset dari target Wall Street. Namun demikian, perusahaan mengatakan telah membuat kemajuan signifikan untuk mencapai tujuannya, yakni menjangkau 315 juta pengguna dan memperoleh $7,5 miliar (sekitar Rp107 triliun) pada akhir 2023. Adapun di tahun ini, perusahaan ingin mendorong pertumbuhan pengguna di Amerika Serikat (AS) dan internasional.

Twitter telah mengejar sejumlah proyek seperti ruang obrolan audio dan buletin untuk menghentikan stagnasi yang telah lama terjadi, dan ingin menarik para pengguna serta pengiklan baru. Namun, laporan pendaat di kuartal terbaru menimbulkan pertanyaan dari kalangan analis terkait seberapa cepat kemajuan Twitter.

Pengguna aktif harian yang bisa dimonetisasi, atau pengguna yang melihat iklan, tumbuh 13% menjadi 217 juta pada kuartal keempat 2021. Angka ini naik dari kuartal sebelumnya yakni 211 juta, namun meleset dari perkiraan 218,5 juta, menurut data IBES dari Refinitiv.

Twitter mendapat 6 juta pengguna di kuartal tersebut. Namun, jika ingin mencapai target 315 juta orang pada akhir tahun 2023, Twitter harus menambahkan lebih dari 12 juta setiap kuartal dalam dua tahun ke depan, demikian tutur analis utama di Insider Intelligence, Jasmine Enberg.

Sementara itu, pendapatan iklan di kuartal keempat 2021 tumbuh 22% secara tahun ke tahun (year on year/yoy) menjadi $1,41 miliar (sekitar Rp20,2 triliun). Namun, ini agak meleset dari perkiraan analis sebesar $1,43 miliar (sekitar Rp20,5 triliun).

Sebagai informasi, laporan kuartalan itu merupakan yang pertama sejak Chief Executive Parag Agrawal mengambil alih kepemimpinan Twitter pada November 2021 lalu. Pengangkatannya—setelah co-founder Jack Dorsey mengundurkan diri sebagai CEO—menandakan peningkatan fokus pada teknis dan menggabungkan cryptocurrency serta teknologi blockchain.

Dalam pertemuan dengan analis, Agrawal mengatakan dia fokus pada pengambilan keputusan yang lebih cepat dan fokus dalam hal yang lebih sedikit. “Saya melihat urgensi yang kuat untuk meningkatkan fokus dan eksekusi kami, juga banyak kepercayaan pada strategi kami dan tim kami,” katanya, dikutip dari NDTV.

Meningkatkan aktivitas pengguna

Perusahaan memperkirakan total pendapatan kuartal pertama 2022 ini antara $1,17 miliar (sekitar Rp16,7 triliun) dan $1,27 miliar (sekitar Rp18,2 triliun). Adapun titik tengah kisaran ini ada di bawah target rata-rata Wall Street, yakni sebesar $1,26 miliar (sekitar Rp18 triliun).

Chief Financial Officer Ned Segal mengatakan bahwa pertumbuhan pengguna sejalan dengan panduan Twitter pada kuartal sebelumnya. Twitter, lanjutnya, ingin meningkatkan aktivitas pengguna dengan mendorong mereka untuk mengikuti topik yang mereka minati.

Dia menambahkan bahwa permintaan iklan belakangan ini memang tak sebesar awal musim liburan di kuartal keempat. Total keterlibatan iklan, termasuk klik, turun 12% selama kuartalan awal ini. Hal ini terjadi sebagian besar karena pergeseran ke iklan video, sementara format lain cenderung menerima lebih sedikit keterlibatan pengguna namun lebih mahal. Adapun biaya setiap keterlibatan iklan naik 39%.

Twitter mengatakan perubahan privasi Apple tak memengaruhi pihaknya secara signifikan. Untuk diketahui, pada tahun lalu, Apple mewajibkan aplikasi untuk meminta izin dari pengguna iOS untuk melacak aktivitas mereka di aplikasi dan situs web platform lain.

Meski begitu, Segal berpendapat bahwa perubahan privasi Apple itu bisa berdampak pada Twitter di masa mendatang seiring pertumbuhan bisnis periklanan yang ingin mendorong penjualan atau menggaet konsumen. Untuk itu, lanjut dia, Twitter berusaha mengurangi dampak negatif dari perubahan privasi Apple.

“Kami senang dengan kemajuan yang telah kami buat, tetapi kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sini,” sambung Segal.

Sebagai gambaran terkait dampak perubahan privasi Apple, pada pekan lalu, Meta menyalahkan Apple karena bisnis iklannya merugi hingga $10 miliar (sekitar Rp143 triliun) lantaran kemampuan pengiklan untuk menargetkan dan mengukur iklannya jadi menurun.

Twitter melaporkan bahwa total pendapatan kuartal keempat 2021—yang juga diperoleh dari lisensi data—naik 22% menjadi $1,57 miliar (sekitar Rp22,5 triliun)—sejalan dengan perkiraan analis. Ke depannya, pendapatan di 2022 diharapkan tumbuh dalam kisaran 20%. Twitter pun memperkirakan total biaya dan pengeluaran di 2022 diperkirakan akan tumbuh pada kisaran pertengahan 20% dibandingkan tahun lalu.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :