Dua Media Sosial Ini Paling Banyak Kumpulkan Data Pengguna

Addiction.id-Jakarta YouTube dan TikTok menjadi platform media sosial yang paling banyak menghimpun data pengguna. Hal ini sebagaimana hasil studi dari URL Genius.

Studi itu menunjukkan bahwa YouTube menghimpun data pengguna dengan melacak riwayat penelusuran atau lokasi untuk menampilkan iklan yang relevan kepada pengguna.

Sementara, TikTok memungkinkan pihak ketiga untuk menghimpun data pribadi pengguna untuk berbagai tujuan. Mengenai pihak ketiga ini, sulit untuk memastikan siapa yang menghimpun dan informasi apa yang diambil—bisa saja informasi lokasi dan informasi pribadi. Hasil studi pun menunjukkan bahwa pihak ketiga bisa melacak aktivitas pengguna, meski pengguna sudah keluar dari aplikasi.

“Konsumen saat ini tak bisa mengetahui data apa yang diambil dari TikTok oleh pihak ketiga atau bagaimana data mereka akan digunakan,” tulis hasil studi, dikutip Sabtu (12/2)

Sebagai informasi, studi URL Genius menggunakan fitur App Activity Recording yang ada di sistem operasi iOS. Dengan fitur ini, peneliti bisa menentukan berapa banyak domain berbeda, yang memantau aktivitas pengguna di YouTube, TikTok, Twitter, Telegram, LinkedIn, Instagram, Facebook, aplikasi Snapchat, Messenger, dan WhatsApp. Adapun YouTube dan TikTok masing-masing membuat 14 alamat berbeda. Ini lebih banyak daripada aplikasi jejaring sosial lainnya, dengan rata-rata hanya 6 koneksi alamat.

Lalu didapati bahwa ada 10 pelacak dari YouTube, yang termasuk dalam layanan tersebut. Artinya, YouTube memantau aktivitas pengguna demi keuntungannya sendiri. Bersamaan dengan itu, 4 pelacak lainnya mengirim data ke pihak ketiga.

Sementara pada TikTok, 13 dari 14 pelacak berbagi data dengan pihak ketiga. Selain itu, pelacakan ini tak berhenti meski pengguna tak memberi izin di pengaturan aplikasi. Untuk diketahui, TikTok selama ini kerap dikritik karena pengumpulan dan penggunaan data pengguna. Pada tahun lalu, kebijakan privasi TikTok menyebutkan bahwa TikTok bisa berbagi data dengan perusahaan induknya, ByteDance. Di lain sisi, perusahaan mengklaim tetao mengikuti langkah-langkah keamanan untuk melindungi privasi data pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :