Fingerprint Bisa Lacak Pengguna, Gantikan Cookie

Addiction.id-Jakarta Peneliti menemukan cara baru untuk melacak seseorang di internet menggunakan informasi yang diambil dari unit pemrosesan grafis (Graphics Processing Unit/GPU) komputer.

Dalam laporan studi baru-baru ini, para peneliti—yang berasal dari universitas di Israel, Australia, dan Prancis—mengungkapkan strategi fingerprinting di setiap GPU dalam membedakan setiap profil sekaligus memungkinkan pelacakan, dilansir dari Gizmodo.

Sebagai informasi, fingerprinting merupakan salah satu bentuk pelacakan web—praktik di mana perusahaan dan pihak ketiga memantau konsumen guna mengurangi penipuan, meningkatkan pengalaman, dan mempromosikan sesuatu kepada pengguna.

Selama ini, sebagian besar perusahaan melacak pengguna melalui cookie. Namun, saat ini, cookie sedang dalam masa-masa sulit karena peraturan privasi mewajibkan pelacakan dilakukan secara konsensual.

Sebagai gantinya, perusahaan mencari metode pelacakan alternatif berdasarkan data yang dikumpulkan dari browser, ponsel, atau PC pengguna—seperti konfigurasi browser atau spesifikasi perangkat, termasuk pula fingerprint.

Namun, fingerprint punya satu kelemahan fungsional yakni tak bisa bekerja dalam waktu lama. “Fingerprint browser berkembang dari waktu ke waktu, dan evolusi ini pada akhirnya membuat fingerprint membingungkan jika seseorang melakukan sharing device atau sharing software,” tulis para peneliti.

Namun, para peneliti fingerprint GPU telah mengatasi keterbatasan itu. Menurut penelitian, sistem pelacakan memungkinkan peneliti untuk membuat “peningkatan hingga 67% untuk durasi pelacakan rata-rata”. Artinya, ini memungkinkan pelacakan menjadi lebih konsisten dalam jangka waktu yang lebih lama daripada metode tradisional seperti cookie.

Pada dasarnya, strategi fingerprinting melibatkan pengumpulan informasi tentang seberapa lama perangkat GPU bisa mengungkapkan elemen visual tertentu menggunakan WebGL—yaitu API rendering grafis yang ada di semua browser web modern.  Para peneliti memasukkan informasi GPU ini dan data perangkat lain ke dalam algoritme, yang memungkinkan mereka membuat “tanda perangkat yang andal dan kuat.” Dengan ini, para peneliti yakin bisa melacak pengguna di seluruh web.

Para peneliti menguji sistem pelacakan mereka pada 2.550 perangkat dengan 1.605 konfigurasi CPU yang berbeda. Hasilnya, mereka menemukan apa yang mereka cari. “Teknik kami bekerja dengan baik pada PC dan perangkat seluler, memiliki runtime offline dan online yang praktis, dan tidak memerlukan akses ke sensor tambahan seperti mikrofon, kamera, atau giroskop,” tulis mereka.

Para peneliti membeberkan temuan mereka ke sejumlah perusahaan pada 2020—termasuk Google, Brave, dan Mozilla. Selain itu, para peneliti mengatakan bahwa kelompok Khronos—konsorsium software yang bertanggung jawab atas spesifikasi WebGL—menanggapi temuan mereka dengan membentuk kelompok studi teknis untuk membahas pengungkapan dengan vendor browser dan pemangku kepentingan lainnya.

(LH) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :