Akun Bisnis Mesti Waspada, Peretas Kini Incar Instagram

Addiction.id-Jakarta Saat ini, media sosial seperti Instagram kerap diandalkan oleh para pebisnis untuk menjangkau calon konsumen. Kamu mungkin salah satu pebisnis yang mengandalkan Instagram. Kalau memang begitu, Kamu harus hati-hati. Apalagi kalau sudah punya ribuan hingga jutaan pengikut. Pasalnya, belakangan ini, dikabarkan ada peretas yang mengincar akun semacam itu dan kemudian minta uang tebusan.

Cara pembajakan itu pertama kali ditemukan oleh peneliti dari perusahaan keamanan siber Secureworks. Peretas menggunakan cara phishing untuk membobol akun Instagram milik pebisnis hingga influencer, namun dengan cara yang lebih halus. 

Pembajakan biasanya dimulai dengan mengirimkan peringatan ke pengguna, yang menunjukkan seolah tampak dari Instagram langsung. Peringatan itu memberi tahu bahwa foto mereka melanggar hak cipta, dan akun mereka terancam dihapus. Nah, melalui peringatan ini, peretas menyertakan tautan untuk formulir pengajuan banding. Jika tautan itu diklik, pengguna akan digiring ke halaman phishing yang mirip seperti halaman login Instagram.

Jika pengguna memasukkan username dan password akun Instagram-nya, peretas bisa mencuri kredensial ini untuk membajak akun. Setelah berhasil membajak akun, peretas akan mengubah username dan password sehingga pengguna kesulitan login.

Selain itu, peretas juga menuliskan deskripsi di profil Instagram yang mengatakan bahwa akun tersebut telah dibajak. Di samping itu, peretas menyertakan tautan WhatsApp dan nomor kontak yang bisa dihubungi untuk membicarakan uang tebusan. Atau, peretas menghubungi korban secara langsung menggunakan nomor telepon yang dimasukkan ke rincian akun mereka, dikutip dari Gizmodo, Sabtu (29/1).

Pada satu kasus, Secureworks melihat unggahan pada September yang mengungkap bahwa peretas menjual akses ke akun Instagram yang dibajak dengan harga hingga USD 40.000 (sekitar Rp575 juta).

Secureworks mendapati bahwa peretas yang menjalankan phishing ini terindikasi berbasis di Turki dan Rusia. Mereka diketahui telah menjalankan operasi tersebut sejak Agustus 2020.

Lebih lanjut Secureworks menyarankan pengguna Instagram untuk mengaktifkan twofactor authentication untuk membatasi akses untuk mencegah pembajakan akun.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :