Google Bantah Tuduhan Kolusi dan Monopoli Iklan

Addiction.id-Jakarta Belum lama ini, Google membantah gugatan yang menyebut pihaknya melanggar aturan antimonopoli, yang diajukan pada pekan lalu. Gugatan itu menuding bahwa Google berkolusi dengan Facebook untuk memanipulasi pasar iklan terprogram.

“Aduan penggugat—yang didukung oleh segelintir pesaing Google yang gagal berinvestasi, bersaing, atau berinovasi—mungkin melayani kepentingan para pesaing tersebut,” menurut Google, dikutip dari The Verge. “Di lain sisi, ini menghambat Google dan perusahaan lain untuk menghadirkan produk baru, yang bergantung pada bisnis dan konsumen.”

Gugatan itu pertama kali diajukan pada November lalu, dan dipimpin oleh oleh jaksa agung Texas Ken Paxton. Gugatan ini mengungkapkan serangkaian keluhan secara bertahap. Keluhan terbaru diajukan pada pekan lalu, berisi rincian khusus terkiat dugaan kolusi Google dengan Facebook—termasuk proyek yang dijuluki “Jedi Blue”, yang menurut gugatan itu bisa membatasi praktik penawaran tajuk atau iklan.

Keluhan itu berfokus pada email internal yang menunjukkan kesepakatan “Jedi Blue” yang melibatkan CEO Google Sundar Pichai dan CEO Meta/Facebook Mark Zuckerberg dan CFO Sheryl Sandberg. Namun, Google membantah bahwa kesepakatan itu bersifat antipersaingan, dan disetujui tanpa persetujuan Pichai.

“Keluhan itu salah menggambarkan bisnis, produk, dan motif kami, dan kami membantah tuduhan itu karena gagal membuktikan klaim pelanggaran antimonopoli secara masuk akal,” tulis Adam Cohen, Direktur Kebijakan Ekonomi di Google.

Untuk diketahui, inti dari gugatan tersebut adalah tuduhan bahwa penerbit dipaksa untuk menggunakan server iklan Google untuk mengakses pertukaran iklannya. Namun, Google mengatakan klaim ini tidak benar. “Paxton tidak memberikan bukti untuk membuktikannya,” tambah perusahaan.

Perusahaan juga membantah tuduhan bahwa mereka antipersaingan dalam program Open Bidding, dan membantah perihal kecurangannya mendukung iklan Facebook—di mana Google memberi Facebook keuntungan dalam lelang iklan. Selain itu, Cohen mengatakan, gugatan itu berdasarkan informasi usang sehingga tak berkolerasi dengan bisnis pihaknya saat ini. Memang, keluhan baru mengutip email pada 2015 di mana karyawan Google mengaku ketakutan bahwa perusahaan harus bersaing dengan bursa lain.

Dalam mosinya, Google berpendapat bahwa gugatan tersebut tidak menggambarkan perilaku antipersaingan.

“Meskipun keluhan begitu panjang, masing-masing bermuara pada permohonan agar Google membagikan datanya atau merancang produknya dengan cara yang bisa membantu para pesaingnya,” bunyi mosi tersebut. “Tak satu pun dari perilaku yang dituduhkan dalam keluhan melanggar aturan umum.”

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :