Iklan yang Paling Dipercaya Konsumen, Menurut Nielsen

Addiction.id-Jakarta Nielsen merilis hasil studi terkait kepercayaan konsumen global terhadap berbagai jenis iklan. Hasil studi ini dituangkan dalam laporan Trust in Advertising Study 2021.

Hasil studi perusahaan riset data dan analitik itu mendapati bahwa ada tiga hal yang menjadi sorotan konsumen.  menyoroti tiga hal. Pertama, didapati bahwa iklan yang diangkat berdasarkan kehidupan nyata dan dibumbui humor merupakan iklan yang paling disukai konsumen.  

Menurut International Media Analytics Lead di Nielsen, Cathy Heeley, tertawa merupakan hal pokok bagi manusia dan ini memberi energi dan menambah keseruan pada kesehariannya.

“Jadi tak heran ketika humor dan situasi kehidupan nyata menjadi konten yang paling dekat dengan pemirsa. Iklan yang menyentuh hati terkait dengan esensi menjadi manusia akan tetap unggul dari jenis maupun topik iklan lainnya dan membantu mempertahankan audiens,” ujar Cathy melalui keterangan resmi, Selasa (18/1).

Selain itu, hal selanjutnya yang jadi sorotan ialah iklan berdasarkan rekomendasi dari mulut ke mulut merupakan iklan yang paling sukses. Nyaris 88% orang mempercayai rekomendasi dari orang yang mereka kena, melebihi kepercayaan mereka terhadap iklan di spanduk online dan iklan video yang ada di ponsel atau tablet, iklan SMS dan iklan mesin pencari. Bahkan, pengaruh dari influencer tak lebih tinggi, dengan hanya 71% orang yang memercayainya.

“Di setiap belahan dunia yang diteliti, rekomendasi personal dari keluarga atau teman adalah yang paling dipercaya. Kita tahu iklan reguler mampu menjaga brand tetap hidup, berdasarkan pengalaman pribadi yang dirasakan oleh teman dan keluarga. Kami melihat ketika ‘brand promise’ dan ‘brand experience’ bersinergi dengan baik, angka penjualan bisa meningkat secara signifikan,” ungkap Cathy.

Selanjutnya, iklan dipercaya berdasarkan nilai jual, bukan hanya soal produk. Cathy menuturkan bahwa saat ini masyarakat tertarik pada bagaimana sebuah merek bermanfaat bagi dunia, tidak hanya pada kegunaan apa yang ditawarkan produk tersebut.

Berangkat dari itu, didapati bahwa iklan produk tembakau menjadi iklan yang paling tidak dipercaya, sementara iklan makanan adalah yang paling dipercaya secara keseluruhan.

“Kami diberondong dengan beragam pesan setiap hari bahwa semakin sulit bagi sebuah iklan untuk sukses. Konsumen lebih peduli tentang bagaimana merek dapat membantu dunia bergerak maju. Sangat penting bahwa merek saat ini menunjukkan visi, misi, dan nilai-nilai mereka, bukan hanya produk atau layanan mereka,” jelasnya.

Sebelumnya, studi Nielsen itu dilaksanakan dengan melibatkan 40.000 responden di sepanjang Agustus hingga September 2021 di Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia Pasifik, Amerika Utara, dan Amerika Latin. Studi ini merupakan bagian dari Survei Penelitian Media yang dilakukan oleh Nielsen guna memahami lanskap periklanan guna membantu para pengiklan dan perusahaan membuat strategi periklanan yang lebih efektif.

Sementara itu, Hellen Katherina, Executive Director Nielsen Media Indonesia mengatakan pesatnya perkembangan saluran periklanan dewasa ini telah menciptakan peluang dan tantangan baru bagi dunia periklanan.

“Melalui studi yang diselenggarakan secara global ini, Nielsen mampu memberi gambaran tentang jenis saluran dan konten apa yang paling sesuai dengan karakter masyarakat di beragam belahan dunia berbeda. Hal ini tentunya dapat menjadi masukan berharga bagi para pengiklan di luar sana yang senantiasa berharap bahwa iklan yang mereka buat dapat mendorong terciptanya aksi lanjutan dari konsumen potensial produk mereka” tutur Hellen.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :