Maya Watono Ditunjuk Jadi Direktur Marketing Holding BUMN Pariwisata

Addiction.id-Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia Maya Watono sebagai Direktur Marketing InJourney atau Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung.

Untuk diketahui, Maya Watono sendiri telah 15 tahun berkiprah di bidang periklanan. Selama 12 tahun, di periode 2006—2018, ia menjadi CEO di PT Dwi Sapta Integrated Marketing Communication (Dwi Sapta IMC). Kemudian di periode 2019-2022, ia menjadi Country CEO Dentsu Indonesia. Kedua perusahaan tersebut bergerak di periklanan.

“Per hari ini saya dilantik untuk memasuki InJourney sebagai direksi, dan lebih tepatnya Direktur Marketing dan Consumer Experience. Memang ini kekhususan yang tidak mudah, saya sudah berada di industri periklanan selama 15 tahun,” ujar Maya, Jumat (14/1).

Menurut Maya, penunjukan dirinya ke jajaran direksi menjadi kesempatan baginya untuk bisa berkontribusi langsung untuk negara.

“Saat penawaran ini datang dari Pak Erick dengan konsep yang sangat luar biasa ini, membuat suatu opportunity yang tidak bisa saya lewatkan. Juga opportunity untuk mengabdi ke negara dan berusaha memberi yang terbaik untuk bangsa ini, adalah sesuatu yang luar biasa,” tutur Maya.

Maya mengatakan bahwa InJourney memiliki konsep holding yang sangat menarik. Sebab ini tidak pernah ada di Indonesia, dan ini akan menjadi holding pariwisata terbesar di Asia Tenggara. Ia menambahkan, Indonesia sendiri punya potensi yang sangat besar. Sayangnya, belum bisa memaksimalkan aset-aset negara dari sisi pariwisata. Adapun melalui holding ini, akan dibentuk suatu sistem ekosistem terintegrasi untuk pariwisata.

“Targetnya juga kita harus 17 juta wisatawan mancanegara, 330 juta wisatawan nusantara, dan juga kembali mengkontribusikan 4,5% GDP atau 13 juta lapangan kerja. Saya rasa 4,5% GDP itu tidak terlalu besar kalau dibanding negara lain untuk dari sisi pariwisata, tapi memang itu cukup effort yang cukup besar karena kontribusi GDP saat pandemi turun di bawah 4%,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, perekrutan dirinya dinilai sebagai upaya reformasi kultur kerja di dalam BUMN.

“Memang dari Pak Erick sendiri ada keinginan untuk reformasi BUMN. Secara reformasi ini adalah reformasi cara bekerja, di mana harus lebih slim, simple, agile, professional, dan itu membutuhkan injection darah-darah segar dari luar,” ujar Maya.

Sebagai informasi, InJourney dibentuk pada Oktober 2021 lalu dan baru diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis, 13 Januari 2022, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Presiden Jokowi berharap dengan hadirnya Injourney, pengelolaan pariwisata di Indonesia jadi lebih efisien dan terintegrasi dari hulu sampai hilir. Mulai dari rute penerbangan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi, sampai ke penjualan retail-retail suvenir.

“Saya juga ingatkan, holdingisasi ini harus membuat holding BUMN Pariwisata dan Pendukung menjadi gesit dan lincah serta profesional. Jangan sampai muncul keribetan baru atau memindahkan persoalan lama ke bentuk persoalan baru,” pungkas Jokowi.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :