GoTo Dorong Pemulihan Ekonomi UMKM Lewat Gerakan #BangkitBersama

Addiction.id-Jakarta GoTo mendukung pemulihan ekonomi Indonesia melalui kampanye dan inisiatif #BangkitBersama.

Diketahui, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia ini mengombinasikan tiga layanan penting dalam satu ekosistem, yaitu layanan e-commerce, on-demand, serta layanan keuangan dan pembayaran. Ekosistem ini dinilai memperbesar peluang bagi jutaan mitra driver, pelaku UMKM, dan wirausaha lainnya untuk mendapat pendapatan lebih besar.

CEO GoTo Andre Soelistyo menambahkan pihaknya berusaha berkontribusi untuk pemulihan ekonomi dengan membawa semangat kolaborasi dan resiliensi. Menurutnya, hal ini juga yang menjadi alasan lahirnya inisiatif #BangkitBersama.

Sebagaimana telah diketahui, pandemi COVID-19 mengakselerasi digitalisasi seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan di tengah masyarakat. Berbagai kebijakan membuat sektor usaha, terutama UMKM, tak bisa menjalankan bisnis secara offline. Sehingga mereka mau tak mau beralih ke ranah digital.

“Kami lihat digitalisasi punya peran penting mengubah usaha offline yang tidak bisa buka karena pandemi bisa dijembatani. GoTo ingin terus berkontribusi supaya UMKM bisa tetap berjualan, bisa membantu operasional dan pengelolaan. Kami ingin terus berinovasi supaya bisa jadi jembatan,” kata Andre, dikutip Rabu (12/1).

Jembatan itu, kata Andre, menjadi penghubung antara pengusaha mikro, kecil, dan menengah atau mitra pengemudi dengan konsumen dalam bentuk pelayanan. “Lewat gerakan #BangkitBersama yang menggunakan pendekatan hyperlocal, kami berharap bisa memperkuat kontribusi Grup GoTo terhadap pemulihan ekonomi,” tambahnya.

Co-founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan bahwa GoTo menginisiasi gerakan #BangkitBersama guna mendorong UMKM lokal agar semakin berdaya dan berjaya. Untuk itu, melalui gerakan ini, pihaknya melibatkan UMKM, konsumen, dan mitra driver secara holistik dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan melalui digitalisasi.

“Selama masa pandemi, kami melihat UMKM tidak menyerah pada keadaan dan berani go-digital. Ada lebih dari empat juta mitra baru yang bergabung di ekosistem GoTo, dan 86% di antaranya ada pengusaha baru,” kata William.

Namun, ia melihat adanya sejumlah tantangan, salah satunya para UMKM ini harus bersaing dengan pedagang luar negeri. Untuk itu, pihaknya menilai GoTo punya tanggung jawab besar dan harus hadir untuk memulihkan perekonomian Indonesia.

“Pendekatan yang kami lakukan sangat hyperlocal, terutama dalam hal menghubungkan pengusaha lokal dengan konsumen setempat. Supaya lebih banyak pengusaha daerah bisa go-digital. Solusi yang kami hadirkan selalu didasari atas semangat untuk mengatasi permasalahan di daerah sehingga UMKM lokal selalu bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri,” terang William.

Diketahui, gerakan #BangkitBersama dimulai di Solo, Jabodetabek, Bandung, Medan, Semarang, dan Surabaya. Ke depannya, kata dia, tak menutup kemungkinan #BangkitBersama bisa berlanjut ke daerah-daerah lain di Indonesia.

#BangkitBersama juga telah mendapat dukungan, termasuk dari pihak pemerintah. Mulai dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah Daerah.

Berbagai inisiatif yang memanfaatkan digitalisasi memang bakal terus didorong oleh GoTo. Tujuannya untuk membantu UMKM beradaptasi dan tumbuh di tengah pandemi, mendorong daya beli konsumen pada produk lokal, hingga membantu mitra driver tetap produktif, sehat, dan aman.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :