Tren Periklanan di Indonesia Tahun 2022

Addiction.id-Jakarta Tren periklanan Indonesia di 2022 ini sejalan dengan dinamika pasar yang diselimuti ketidakpastian. Namun, menurut  Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Janoe Arijanto, tren tahun ini tak jauh berbeda dengan tren tahun lalu, dikutip dari Marketeers pada Senin (10/1).

Secara umum, belanja iklan tahun lalu tumbuh sebesar 7—8%. Janoe mengatakan bahwa pertumbuhan terbesar ada di kanal digital—termasuk platform sosial, programatik, data, hingga e-commerce.

“Sepanjang 2021, perubahan yang signifikan terjadi adalah berpindahnya kanal-kanal komersial dan komunikasi pemasaran menuju home channel karena tersentralisasinya aktivitas di rumah selama pandemi,” kata Janoe.

Perubahan di 2021 itu diprediksi bakal semakin berkembang di 2022 ini. Namun, bersamaan dengan itu, keridakpastian di pasar masih ada sehingga belanja iklan akan tetap selektif dan hati-hati.

Lebih lanjut, Janoe juga memprediksi bahwa ada lima tren di dunia periklanan Indonesia yang akan menguat pada 2022 ini. Berikut ini di antaranya, yang tentunya mesti jadi bahan pertimbangan para pemasar.

Pertama, kustomisasi. Ini akan terjadi di beberapa hal, termasuk dari sisi kanal, zona atau wilayah, segmentasi, hingga desain produk maupun cara mengemas merek. Kustomisasi ini terjadi sebagai jawaban atas pasar yang tak lagi seragam. “Segmen berubah, baik segmen ekonomi maupun gaya hidup. Alur marketing semakin beragam,” katanya.

Kustomisasi sendiri akan berpengaruh pada biaya marketing, mengingat kanal untuk komunikasi pemasaran bertambah, termasuk penyesuaian desain produk dan sebagainya.

Kedua, direct purchase atau pembelian langsung. Janoe menjelaskan, ketimbang bermewah-mewah membangun brand image, yang diperlukan saat ini ialah membangung direct channel untuk direct purchase.

“Bila kita menggelar sebuah kampanye pemasaran, kampanye tersebut sebaiknya mendorong pembelian langsung. Kami menyebutnya dengan brand commerce atau merek yang langsung memiliki akses langsung untuk commerce,” terang Janoe.

 “Sekarang ini, jarak antara kampanye awal atau tahap awareness dengan tahap pembelian semakin dekat. Pemasar tak punya waktu lagi untuk proses mendesain kampanye merek yang bertele-tele. Konsumen juga menginginkan proses ringkas. Mereka menemukan barang, melihat nilai yang ditawarkan, dan kemudian membelinya,” sambung dia.

Ketiga, pentingnya data terkini. Data menjadi hal penting bagi pemasar untuk menentukan strategi komunikasi pemasaran. Mengingat segmen berkembang dinamis, pemasar perlu mengandalkan data yang dinamis juga. Data dinamis ini sebaiknya direspons dengan kampanye real time.

Keempat, omnichannel. Pemasar memerlukan banyak skenario untuk merespons segala perubahan—di mana pasar sulit ditebak. Dalam hal ini, pemasar harus bisa memastikan bahwa semua kanal, dari kanal paling bawah hingga paling premium, bisa diakses dengan mudah.

“Wajar bila pemasar mengutamakan banyak kanal untuk marketing atau memanfaatkan omnichannel yang lebih canggih. Skenario untuk mencegat konsumen di mana-mana dengan memperbanyak kanal menjadi sebuah keharusan,” jelas Janoe.

Terakhir, kampanye jangka pendek. Pada 2022, kampanye-kampanye brand jangka pendek akan lebih dominan. Kampanye jangka panjang akan dievaluasi terkait efektivitasnya di pasar yang cepat berubah.

“Pemasar tak punya kemewahan lagi untuk menggelar kampanye panjang seperti lebih dari tiga bulan. Pemasar ditantang untuk merespons hal-hal taktikal meski tetap mematuhi kerangka kerja merek terkait,” tutur Janoe.

Lebih lanjut, Janoe mengatakan bahwa dunia periklanan diprediksi akan semakin mengadopsi teknologi-teknologi terkini. Salah satunya dengan mengandalkan metaverse. Janoe mengatakan, metaverse saat ini sudah disorot oleh banyak brand di dunia.

“Secara umum, sebenarnya dunia periklanan di Indonesia  sudah memanfaatkan elemen-elemen metaverse secara parsial beberapa tahun terakhir, seperti artificial intelligence (AI), big data, virtual reality (VR), maupun augmented reality (AR). Ke depan, secara bertahap, dunia periklanan Indonesia akan masuk ke metaverse,” tambah dia.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :