Melihat Masa Depan Periklanan

Oleh: Emilia Kirk*

 Secara historis, brand telah lama menganalisis konsumen mereka. Mereka membuat profil berdasarkan demografi atau menggunakan cookie. Namun, kemudian terjadilah perubahan yang signifikan menghantam industri. Sehingga brand perlu berpikir ulang bagaimana mencari dan terkoneksi dengan pelanggan.

Sejak Google mengumumkan akan mengakhiri dukungan untuk cookie pihak ketiga mulai akhir 2023, pengiklan terpaksa mencari cara baru untuk menjangkau audiens mereka. Dunia tampaknya lebih memprioritaskan privasi. Bersamaan dengan itu, ke depannya, sangatlah penting bagi brand untuk tetap berkomunikasi secara efektif dengan audiens.

Penghapusan cookie

Penghapusan cookie mendorong pebisnis untuk mencari cara baru, yang efektif, dan sesuai untuk menjangkau audiens tanpa harus mengganggu privasi. Hal ini akan memberi dampak yang signifikan. Diketahui, cookie pihak ketiga sangat diandalkan untuk mencapai tujuan kampanye. Untuk itu, pengganti cookie diperlukan.

Lompatan besar di industri

Salah satu solusinya adalah membuat iklan kontekstual. Iklan kontekstual ialah bentuk iklan bertarget, di mana konten situs dan kata kunci dianalisis secara real time untuk disesuaikan dengan pesan brand. Penargetan kontekstual tak mengandalkan cookie yang menyajikan riwayat penelusuran pengguna. Cara ini menghormati privasi dan data pribadi konsumen.

Masa depan periklanan

Lanskap adtech telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Adapun perubahan ini karena kesadaran akan pentingnya privasi dan kepercayaan publik. Diektahui, pengumpulan data dan cookie dinilai buruk oleh banyak orang, di mana kerap dianggap melanggar privasi dan mencuri data—mengingat iklan tampil berdasarkan riwayat penelusuran.

Saat ini iklan digital terus berupaya melawan persepsi negatif itu. Pemasarlah yang punya tanggung jawab ini, sehingga mereka mesti berusaha mengembalikan kepercayaan dari publik. Dalam hal ini, mereka perlu menayangkan iklan menarik yang pas dengan halaman penerbit, sembari meningkatkan pengalaman pengguna.

Industri sedang beradaptasi. Sementara penargetan iklan secara kontekstual telah menjadi salah satu alternatif yang bisa diandalkan untuk cookie, pemasar lain telah melihat sejumlah solusi baru lainnya.  Misalnya Google.

Perusahan besar ini memperkenalkan “Privacy Sandbox” yang memungkinkan penargetan iklan tanpa pelacakan. Penyiapannya sederhana: Google mengganti cookie dengan lima API untuk mengambil data terkait atribusi dan konversi. Ini pada dasarnya menghalangi akses pihak ketiga ke informasi pribadi, tetapi mereka masih menerima wawasan yang bisa ditinjau.

Selain itu, banyak brand beralih ke pengumpulan data nol atau pihak pertama — yang diambil oleh brand langsung dari pelanggan mereka. Misalnya didapat dari konsumen yang mendaftar untuk buletin—yang bersedia membagikan informasi pribadi mereka, seperti nama dan alamat email (data pihak pertama), atau preferensi pemasaran (data pihak nol). Hal ini memungkinkan brand untuk menargetkan pelanggan yang sudah ada dengan lebih baik.

Bukan cuma itu, hadirnya ID universal juga membantu pengiklan terus menargetkan konsumen tanpa cookie. ID ini merupakan alat identifikasi tunggal yang bisa mengenali pengguna di berbagai platform. Sehingga pihak ketiga tak dibutuhkan untuk menyinkronkan data. Manfaatnya di sini adalah pengalaman pengguna jadi tak kacau. Sementara itu, perangkat lunak untuk menyinkronkan informasi cookie memungkinkan situs jadi lambat dan bermasalah. Nah, adapun ID universal akan menghilangkan masalah tersebut, dan memungkinkan brand untuk melacak dan menargetkan pengguna secara lebih akurat.

Emilia Kirk

Brand harus gerak cepat

Ungkapan “maju dari kurva” sering dibicarakan, tetapi tak semudah kedengarannya. Hal ini membutuhkan pemahaman yang terperinci tentang industri, dengan kreativitas dan pandangan jauh ke depan untuk memprediksi hal selanjutnya. Namun, meskipun ini merupakan tantangan, sumber daya yang tepat bisa membantu brand apa pun melangkah dengan tepat ke depannya. 

Dampak dari penghapusan cookie memberi pandangan yang menarik untuk beberapa tahun selanjutnya. Sejumlah brand dan pemasar dipaksa untuk berpikir ulang terkait strategi mereka, sementara itu, industri akan melalui masa transisi. Berbagai solusi baru akan dicoba dan diuji, dan pasti akan ada pemenang dan yang kalah. Namun, tak ada yang lebih penting dari mencuri perhatian konsumen, karena pengiklan menempatkan fokus yang lebih tinggi untuk memberi pengalaman kepada mereka dan memberi hasil yang lebih baik meski tanpa cookie.

Ke depannya, industri akan memprioritaskan pengalaman data yang mengutamakan manusia, dan brand perlu mempertimbangkan cara untuk meraih kepercayaan dari konsumen yang semakin skeptis. Mereka yang membangun ikatan yang kuat melalui penargetan yang akurat dan keterlibatan pelanggan yang hebat, akan menjadi yang teratas selama periode transisi ini.

Di pasar yang ketat dan sangat kompetitif, merintis teknologi baru bisa berdampak besar pada efektivitas kampanye iklan. Setiap keputusan yang lambat, tertunda, atau tak efektif bisa menyebabkan brand tertinggal untuk menarik pelanggan, dan yang terpenting, penjualan. Semakin cepat bisnis melihat ke masa depan, semakin cepat mereka akan dilihat oleh orang yang tepat pada waktu yang tepat.

*adalah Global Head of Growth di Seedtag, bertanggung jawab atas Klien, Pemasaran, dan Pertumbuhan Produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :