Situasi Ekonomi Nasional Memengaruhi Belanja Iklan E-Commerce

Addiction.id-Jakarta Belanja iklan di sektor e-commerce sangat dipengaruhi oleh perencanaan bisnis perusahaan dan perkembangan ekonomi nasional. Demikian menurut Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga.

Kesimpulan itu berdasarkan pengamatan idEA, di mana belanja iklan perusahaan anggota idEA ditentukan oleh perencanaan bisnis setiap perusahaan. Adapun perencanaan ini dibuat atas pertimbangan situasi pasar dan perekonomian nasional.

Sebagai informasi, Nielsen melaporkan bahwa nilai belanja iklan di 2020 mencapai Rp229 triliun dari semua jenis media, termasuk TV, media cetak, radio, dan platform digital. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan 2019, yang mendapat Rp182 triliun. Lebih lanjut, Nielsen juga memproyeksikan tren kenaikan nilai belanja iklan berlanjut pada 2021.

Selain itu, didapati bahwa ada lima kategori pengiklan yang memiliki nilai belanja iklan terbesar di 2020, yaitu e-commerce, pemerintah dan partai politik, produk perawatan wajah, dan produk perawatan rambut.

Melihat tren yang ada, Bima mengatakan kiranya iklan e-commerce semakin mudah ditemui di berbagai kanal media. “Ini tentu terkait dengan semakin maraknya kegiatan bertransaksi oleh masyarakat di e-commerce,” sambungnya, Selasa (14/12).

Lebih lanjut, idEA memprediksi belanja iklan di sektor e-commerce pada 2022 nanti masih akan mengikuti perkembangan perekonomian nasional. Karenanya, mereka berharap situasi perekonomian Indonesia semakin membaik, sehingga perusahaan e-commerce semakin berani investasi di iklan.

Bima menuturkan bahwa komunikasi melalui iklan sangatlah penting bagi perusahaan e-commerce. Pasalnya, iklan membantu meningkatkan trafik pembeli ke platform-platform marketplace. Selain itu, iklan bisa  mendongkrak share of voice perusahaan e-comerce—yaitu pengukuran eksposur suatu merek di media sosial yang bisa dibandingkan dengan merek pesaing.

“Peningkatan share of voice ini selain dapat berdampak ke peningkatan trafik pembeli, juga bisa membuat platform marketplace milik e-commerce lebih menarik bagi para calon penjual, termasuk UMKM,” ungkap Bima. Ia menambahkan hal ini juga bisa meningkatkan citra perusahaan e-commerce untuk menarik sumber daya manusia yang berkualitas untuk memperkuat perusahaan tersebut.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :