Citra Pariwara Sampaikan Pentingnya Pertahankan Kreativitas Demi Jaga Kewarasan

Addiction.id-Jakarta Citra Pariwara menggelar seminar pada Jumat, 3 Desember 2021. Adapun seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Citra Pariwara ke-34—yaitu ajang penghargaan industri periklanan terbesar di Indonesia.

Ada belasan tokoh kreatif internasional yang diundang untuk menjadi pembicara seminar, salah satunya  Managing Director Wolf BKK Phannika Vongsay. Selain itu, diundang pula Andi Boediman dari Ideosource Entertainment, Oddie Randa, Chandra Liow, Handoko Hendroyono, dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Co-Chairwoman Citra Pariwara Devi Attamimi menyampaikan bahwa Citra Pariwara tahun ini mengangkat tema “Embrace (in)Sanity” sebagai wujud apresiasi kepada seluruh pekerja industri kreatif, khususnya periklanan, yang selama pandemi COVID-19 dipaksa untuk multitasking sambil tetap menjaga kewarasan dan kesehatan mental.

“Dengan kreativitas, kalian bisa hidup lebih cerah, dengan kreativitas kita juga bisa tetap menjaga kewarasan. Karena itu, tema yang diangkat tahun ini adalah ‘Embrace (in)Sanity’,” ujar Devi saat memberi sambutan di muka seminar Citra Pariwara 34, Jumat (3/12).

Seminar itu, lanjutnya, membahas berbagai hal mulai dari marketing advertising, teknologi, hingga mental health.

Sementara itu, Managing Partner of Ideosource Andi Boediman menilai bahwa kreativitas adalah hal wajib yang mesti dimiliki setiap manusia. Menurutnya, dengan kreativitas, setiap masalah bisa diselesaikan, bahkan di masa pandemi seperti ini sekalipun.

Sebagai orang yang bergelut di industri film, Andi mengaku bahwa pandemi membuat bisnisnya merugi. Kendati begitu, selagi kreativitas masih ada, akan selalu ada cara untuk mencari jalan keluar.

“Pada akhirnya saya mengembangkan kreativitas saya. Saya kemudian melakukan kolaborasi dengan beberapa pihak, untuk menciptakan model bisnis baru. Nah, pihak-pihak itu akan menerima karena di masa pandemi ini orang punya interest yang sama,” ujar produser film Losmen Bu Broto ini.

Hal senada diungkapkan oleh Co-founder M Bloc & Filosofi Kopi Handoko Hendroyono. Dia menyampaikan, kerja sama antara pekerja kreatif yang bekerja di sektor-sektor berbeda merupakan sebuah keniscayaan di masa ini. “Kita harus bersama-sama membangun kreativitas bukan berkompetensi,” tambahnya.

Dia mengatakan kerap berkolaborasi dengan pihak-pihak lain seperti tim musik, art, tim fashion, bahkan UMKM. Hal ini, lanjutnya, menjadi kunci penting demi menciptakan sebuah karya yang lebih baik.

“Dengan semangat kolaborasi, ketika saya mencoba untuk menyilang-nyilangkan tentang kedai kopi dengan arsitek, saya tidak berpikir satu arah. Tapi saya berpikir dengan banyak sudut pandang  misal berpikir musik juga berpikir fashion, berpikir film juga berpikir ekosistem bisnis,” kata Handoko.

“Nah, ini penting, jadi pola berpikir harus dengan bebas untuk mengembangkan atau mengeksploitasi pemikiran yang sangat ruwet ini,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Citra Pariwara sendiri merupakan festival periklanan yang digelar secara tahunan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DKI Jaya. Tahun ini, festival ini didukung oleh berbagai sponsor, termasuk BCA, TikTok, Think Tank, dan GoPay.

Rangkaian acara ini sudah dimulai sejak pendaftaran lomba dibuka pada 13 September lalu. Adapun 2 hingga 3 Desember merupakan puncak festival ini. Pada 2 Desember, ada Master Class, di mana para peserta bisa belajar tentang industri kreatif, termasuk periklanan, dari para ahlinya. Kemudian di esok harinya, ada seminar yang menghadirkan berbagai tokoh kreatif yang berpengalaman. Lalu acara dilanjut dengan Malam Penghargaan dan pengumuman para pemenang lomba.

(HY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :