Kolaborasi Antara Game dan Brand Perlu Diperhitungkan

Addiction.id-Jakarta Vice President Gamification Agate International Lee Marvin menuturkan bahwa kolaborasi dengan game menjadi strategi pemasaran yang perlu diperhitungkan untuk menawarkan sebuah brand. Apalagi 40% Generasi Z di dunia paling banyak berinteraksi di dalam dunia game. 

“Sedangkan Generasi Z di Indonesia ada 43% yang senang sekali berinteraksi dengan game. Selain itu, 116 juta dari 130 juta internet users itu adalah generasi Z,” kata Marvin dalam Master Class yang digelar Citra Pariwara 34, Kamis, 2 Desember 2021.

Menurut Marvin, pelaku industri iklan perlu menyoroti soal peluang menguntungkan ketika bekerja sama dengan game. Dia pun mencontohkan brand global yang sudah bekerja sama dengan game.

“Misalnya Gucci membuat Gucci Arcade di aplikasinya. Di dalam game itu, waktu itu Gucci membuat program parfum dan parfum itu dipromosikan. Kemudian ada Burberry Web games, dia pasang di websitenya. Dia mempromosikan jaket yang digunakan salah satu karakter dalam game tersebut,” ujarnya.

Sementara di Indonesia, ada Bukalapak Kurir Game, Tokopedia Up, dan Gopay Suwit. Adapun keuntunganya yakni waktu penggunaan di aplikasi terkait meningkat, sehingga penawaran produk baru bisa disampaikan dengan maksimal.

“Kemudian juga meningkatkan transaksi user 80%. Yang tadinya 10 kali orang transaksi per minggu, jadi 18 kali per minggu,” katanya. Oleh karena itu, bagi Marvin, game tidak hanya sarana untuk asik bermain, tetapi juga ada objective business yang menguntungkan.

“Game jadi media yang disenangi karena ada interaksi antara generasi sekarang. Kedua, game ternyata bisa memberi dampak menguntungkan bagi brand. Karena itu, kolaborasi antara keduanya perlu dilakukan,” pungkasnya.

(HY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :