Ilham Ardiansyah, Orang Kreatif yang Tak Pernah Berhenti Belajar

Senior Account Executive Lotus Ilham Ardiansyah (alm.)

Addiction.id-Jakarta “Tahan banting,” demikian kesan Ivan Christyanto, Account Director Lotus, terhadap mendiang Ilham Ardiansyah.

Diketahui, Ilham tutup usia akibat kanker paru-paru yang dideritanya pada Minggu, 21 November 2021. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Persahabatan, dan kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum Tugu Cimanggis, Depok.

Sebelum akhirnya berpulang, Ilham merupakan Senior Account Executive di Lotus. Adapun kiprahnya di Lotus sejak 2018 menjadi langkah pertamanya berkecimpung di agensi periklanan. Sebelum di Lotus, ia sempat bekerja di perusahaan brand consultant selama enam tahun. Ia juga sempat memoderatori Masterclass di Citra Pariwara ke-32.

Ivan mengatakan bahwa pengalaman Ilham di agensi memang baru sebentar, yakni sekitar 3 tahun. Namun, kata dia, Ilham tak pernah berhenti belajar. “Meski terkadang bikin kesalahan, dia bodo amat dan tetap jalan terus karena dia tahu, dengan begitu dia harus belajar supaya bisa. Menurut dia, cara ini akan menumbuhkan skill dan knowledge-nya dia,” tutur Ivan, saat dihubungi belum lama ini.

“Jadi, dia itu tahan banting banget, dalam artian dia bener-bener set target untuk achieve banyak hal, dan dia bener-bener rela do anything in any way buat achieve itu,” sambung dia.

Kinerja Ilham yang seperti itu bahkan diakui sebagai salah satu benchmark senior account di Lotus sampai saat ini. “Kawan-kawan di kantor mengakui itu. As simple as karena dia nggak pernah mengeluh capek, dan mau belajar sampai bisa meski awalnya nggak bisa —misalnya dengan tanya dan ngobrol sama orang lain,” jelasnya. 

Sebagai informasi, selama di Lotus, Ilham menjadi event specialist dan kebanyakan kliennya merupakan perusahaan otomotif—yang menurut Ivan, sejalan dengan minatnya terhadap mobil dan motor klasik.

Selain itu, Ivan menilai bahwa Ilham juga punya willingness dan semangat bekerja yang luar biasa. “Misalnya waktu GIIAS jadi klien Lotus di 2018. Itu sempat ada technical issue. Ilham waktu itu ikut bantu meski bukan jobdesk-nya dia. Dia bilang, dia mau belajar masalahnya apa, kenapa bisa begitu, dan dia pengen tahu solusinya juga,” kenangnya.

Bahkan saat sedang sakit di dia hingga tiga bulan lalu, Ilham tetap ingin bekerja meski kantor menyuruhnya untuk berisitirahat dan fokus pada pemulihan.

“Dia bilang, kalau nggak kerja, kepalanya diisi pikiran soal penyakitnya. Dia merasa harus nge-balance ini dengan kerja biar dia lebih optimis. Bahkan dia minta timeline pengobatan ke dokter supaya dia bisa menyesuaikan dengan timeline kerja dia. Ini sih yang bikin kami di kantor pada syok.”

“Jadi, Ilham itu sepengen itu untuk berkarya dan bekerja. Kerja tuh kayak hidupnya dia. Itu dedikasinya dia,” tandas Ivan. 

Di samping itu semua, Ilham diakui sebagai teman yang asyik, menyenangkan, dan jenaka. “Segala sesuatu tuh dibawa fun sama dia, dibawa lucu. Itu kebawa ketika lagi nongkrong. Dia juga orang yang selalu dicari kalau di tongkrongan,” imbuhnya.

Diketahui, Ilham Ardiansyah berpulang di usia yang terbilang muda yaitu 28 tahun. Kanker itu bersemayam dan menggerogoti tubuh Ilham dengan cepat, sejak didiagnosa dua atau tiga bulan lalu. “Ini jenis kanker yang sangat langka, kata dokter. Studinya belum ada di Indonesia, even di WHO juga belum ada. Sehingga dokter mengatasi ini tuh bener-bener kayak tebak-tebakan,” tambah Ivan. 

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :