Pencipta Iklan Pop Up Kini Sesali Ciptaannya

Addiction.id-Jakarta Pencipta iklan pop up Ethan Zuckerman kini menyesali inovasinya dan meminta maaf kepada semua orang. Sebagaimana telah diketahui, iklan semacam ini kerap muncul tiba-tiba di saat sedang khidmatnya berselancar di internet. Tak ayal bila dianggap mengganggu.

Namun, tahukah Kamu bahwa fitur itu diciptakan dengan niat baik? Zuckerman, yang kini merupakan Direktur Centre for Civic Media di MIT, sempat bekerja di Tripod.com pada 1990-an. Ketika di Tripod inilah ia menciptakan iklan pop up, tepatnya di 1994, dilansir dari Forbes.

Tripod sendiri mencari uang dari jualan merchandise, layanan berlangganan, dan majalah berbayar. Namun, yang paling laris adalah iklan.

Pada 2014 silam, Zuckerman mengaku melalui tulisannya di artikel di Atlantic bahwa dialah yang menemukan iklan pop up.

“Kami menganalisa homepage pribadi pengguna bisa menargetkan iklan lebih baik kepada mereka. Sepanjang jalan itu, akhirnya kami menciptakan salah satu yang paling dibenci dalam perangkat periklanan: iklan pop up,” tulisnya.

Zuckerman mengungkapkan bahwa pada 1994,   ada perusahaan mobil besar di Amerika salah membeli banner iklan, di sebelah iklan situs porno. Karena takut citranya rusak, perusahaan akhirnya menghubungi Tripod.com dan meminta iklan tersebut ditutup.

“Saya menulis kode untuk meluncurkan sebuah window dan menjalankan iklan di dalamnya. Saya minta maaf. Maksud kami saat itu baik,” pungkas Zuckerman.

Nah, di 1994 ituah lahir iklan pop up pertama. Di masa itu, iklan seperti itu dianggap sebagai solusi jenius yang bisa menunjukkan iklan kepada pengguna internet yang sedang browsing. Namun, Zuckerman kini menyesalinya lantaran banyak yang merasa terganggu karenanya.

“Iklan itu jadi dosa awal di web. Kekacauan di internet kini jadi konsekuensinya, lantaran memilih iklan sebagai model dasar untuk mendukung layanan dan konten online,” sambung dia.

Zuckerman sendiri mendukung model bisnis lain di internet agar kegiatan browsing bisa lebih baik lagi. Dia mendukung Sir Tim Berners Lee yang mengusulkan situs pribadi berbayar dengan harga terjangkau. Atau model Pinboard yang menawarkan biaya pendaftaran, atau model layanan premium berbayar yang bebas iklan. Namun, rupanya hanya segelintir orang yang bersedia memilih layanan berbayar di internet. Kebanyakan pengguna internet saat ini mencari yang gratisan, kendati kerap protes karena dihujani iklan pop up.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :