Bisnis Online Untung, Bisnis Offline Rugi

Addiction.id-Jakarta Mengalihkan bisnis ke online di masa pandemi COVID-19 terbukti punya potensi untuk terus berkembang. Namun, jika hanya mengandalkan bisnis offline, pebisnis justru bisa rugi.

“Dari data 2021, online transaction karena pandemi akhirnya naik karena pembeli membeli kebutuhannya secara online atau digital sehingga pendapatannya 26% kenaikannya. Bisnis yang tidak adopsi channel dogital penurunan 34% dari penjualan. Digital merupakan salah satu hal paling penting agar bisnis bisa berkembang,” ujar Jonathan Bryan Chief Marketing Officer KoinWorks, dikutip Rabu (10/11).

Ia mengatakan bahwa bantuan dan dorongan dari lembaga hingga institusi pemerintah diperlukan untuk membantu para pebisnis migrasi ke online—terutama para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung negara.

Jonathan menambahkan, sebenarnya tak masalah jika punya gerai offline. Namun, sebaiknya lakukan secara hybrid agar bisa lebih menjanjikan untuk pendapatan. Diketahui, di 2021 ini, UMKM yang masuk online atau hybrid (bisnis online dan offline) meningkat 20%.

Terlepas dari itu, Indonesia rupanya merupakan pangsa pasar yang baik untuk berinvestasi di ranah ekonomi digital. Investasi dari asing mengalami kenaikan 14%. Sayangnya banyak UMKM yang terhalang kendala dana untuk meningkatkan produktivitas mereka.

“KoinWorks bahkan pinjamannya sampai Rp 1 triliun di Q1,” katanya. “Banyak UMKM yang akses ke bank secara penuh, misalnya untuk credit card atau pinjaman. KoinWorks bisa kasih akses memberikan P2P investment dengan teknologi approval rate. Di umum biasanya hanya 1,7% approval, di kita bisa 17%.”

Meski begitu, ia mengatakan bahwa KoinWorks tetap melakukan skrining ketat untuk memberi pinjaman usaha, meski terbilang lebih bisa memberi pinjaman yang lebih banyak ketimbang perusahaan umumnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :