Zoom Uji Coba Tampilkan Iklan Kepada Pengguna

Addiction.id-Jakarta Zoom tengah melakukan uji coba menampilkan iklan kepada pengguna yang mengakses layanannya secara gratis, atau “Basic”. Perusahaan mengatakan iklan akan mendukung investasinya dan memungkinkannya mampu menyediakan layanan secara gratis.

Pengguna “Basic” hanya akan melihat iklan jika mereka bergabung dengan rapat yang diselenggarakan oleh pengguna tingkat “Basic” lainnya. Untuk pengujian awal, iklan akan ditampilkan di halaman browser yang dilihat pengguna saat mereka mengakhiri rapat. Ada kemungkinan bahwa Zoom akan menampilkan iklan di area lain setelah pengujian awal selesai.

Sebagai bagian dari uji coba, pengguna Zoom akan melihat banner di situs webnya yang bisa menggiring  ke manajemen cookie, sehingga mereka bisa mengelola iklan mana yang ditampilkan. Zoom juga mencatat bahwa pihaknya telah memperbarui Pernyataan Privasi, untuk memperjelas bahwa mereka tak akan memanfaatkan rapat, webinar, atau pesan untuk tujuan pemasaran, promosi, atau iklan pihak ketiga apa pun.

Langkah terbaru ini merupakan perubahan signifikan bagi Zoom. Layanan dasar gratis platform ini memungkinkan pengguna mengadakan pertemuan grup hingga 40 menit, dan memungkinkan popularitas Zoom meroket di tengah pandemi. Dengan perubahan terbaru ini, artinya Zoom turut memberlakukan pembatasan baru pada pengguna gratis.

“Perubahan ini memastikan bahwa pengguna “Basic” gratis kami bisa terus terhubung dengan teman, keluarga, dan kolega dengan platform kuat yang sama seperti yang selalu kami tawarkan,” ujar Chief Marketing Officer Zoom Janine Pelosi, dikutip TechCrunch.

Untuk diketahui, perubahan dilakukan karena Zoom ingin menjadi lebih dari sekadar alat konferensi video. Awal tahun ini, perusahaan menggelontorkan dana $100 juta untuk berinvestasi di perusahaan yang membangun aplikasi berdasarkan platform perusahaan. Kemudian, baru-baru ini, Zoom ingin menginvestasikan dana tersebut.

Perihal akuisisi, belum lama ini, perusahaan mengumumkan rencana untuk mengakuisisi perusahaan rintisan Jerman Karlsruhe Information Technology Solutions atau disingkat “Kites”, untuk menghadirkan terjemahan secara real-time berbasis machine learning. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk mengakuisisi Five9, pembuat software berbasis cloud, namun kesepakatan itu kemudian dibatalkan.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :