Perhatian! Video “Berkualitas Rendah” Tak Bisa Dimonetisasi di YouTube

Addiction.id-Jakarta Google baru saja mengubah kebijakan layanan video streaming-nya, YouTube. Perusahaan akan mendorong konten kreator di YouTube untuk memproduksi dan memublikasikan konten yang lebih berkualitas untuk anak-anak.

Dilansir dari Engadget (26/10), mulai bulan depan, perusahaan akan mendemonetisasi kanal yang menargetkan anak muda atau melabelkan diri “Dibuat untuk Anak-Anak” namun kontennya berkualitas rendah. Menurut penjelasan YouTube, yang dimaksud dengan konten berkualitas rendah ialah video yang terlalu komersial dan yang mendorong perilaku buruk.

Sebagaimana pedoman baru, perusahaan juga memperingatkan video tersebut tak bisa mendapat iklan—yang artinya, konten kreator tak mendapat penghasilan dari iklan. Selain itu, perusahaan menegaskan bahwa melanggar pedoman bisa membuat konten kreator dikeluarkan dari YouTube Partner Program (YPP).

Langkah-langkah tersebut merupakan upaya dari Google, yang ingin menjadikan YouTube dan YouTube Kids lebih pantas unttuk anak-anak dan keluarganya.

Sebelumnya, pada awal tahun, perusahaan menghadirkan kontrol yang lebih luas bagi para orang tua dalam mengawasi anak-anak dan remaja. Baru-baru ini, perusahaan menerapkan langkah-langkah baru untuk melindungi anak-anak di berbagai platformnya. Salah satu perubahan itu ialah pengaturan default untuk unggahan pengguna berusia 13—17 tahun menjadi privat.

“Tujuan utama kami ialah untuk menumbuhkan lingkungan yang aman bagi keluarga, sambil memberi penghargaan kepada konten kreator terpercaya yang membuat konten anak-anak dan keluarga berkualitas tinggi,” kata Google tentang perubahan kebijakan terbaru ini.

Meski demikian, tentunya perlu beberapa waktu hingga akhirnya pedoman tersebut benar-benar bisa membantu meningkatkan kualitas konten di YouTube.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :