Pantang Menyerah, Brand Lokal Ini Sekarang Makin di Kenal

Addiction.id-Jakarta Membangun bisnis adalah suatu proses yang tidak instan. Untuk menjadi besar, tentunya ada saja tantangan yang menghadang. Hal ini turut dialami semua pebisnis, termasuk Tari Puji Lestari, CEO dari Merché—brand lokal berbagai tas, seperti sling bag dan tote bag, dan fesyen muslim.

Dalam suatu kesempatan, Tari mengatakan bahwa dirinya memulai karier di dunia fesyen pada 2012 di Bandung. Perjalanan di dunia ini, ia awali dengan menjadi penjaga toko.

“Awal karier mulai dari penjaga toko, naik jadi cashier, kepala toko, koordinator area, pindah divisi markom, sampai akhirnya resign 2016 karena memutuskan untuk menikah dan bangun usaha sendiri,” kenang Tari, dikutip belum lama ini.

Di tahun yang sama, ia mendirikan brand tas lokal yang diberi nama Fansy. Namun, ia harus menghadapi sejumlah kegagalan dan kerugian. “Akhirnya memutuskan untuk memulai kembali dengan konsep dan nama yang baru yaitu Merché,” imbuh dia.

Tari menjelaskan pemilihan nama ini berdasarkan hasil diskusi dengan suaminya. Nama Merché, kata dia, punya arti yang bagus, yaitu thakful (syukur), beruntung dan mercy (belas kasihan). “Harapannya semoga brand yang dibangun bisa membawa keberuntungan dan manfaat bagi kita dan orang banyak,” harapnya.

Dengan modal awal Rp8 juta, ia mengaku kesulitan lantaran seluruh proses produksi dibantu pengrajin lokal, dan tasnya merupakan handmade. “Sampai akhirnya mengumpulkan para pengrajin dan memfasilitasi agar bisnis bisa berjalan beriringan,” lanjut Tari.

Sementara itu, perihal pemasaran, Tari pada mulanya menggunakan teknik pemasaran secara offline. Ia mengikuti acara pameran atau bazar di berbagai mall di Bandung untuk menarik konsumen. “Karena berawal dari offline, bisnis berkembang berdasarkan trust customer. Customer bisa memegang barang langsung, membandingkan, sampai akhirnya membeli produk dan mengajak teman dan kerabat mereka membeli juga,” terangnya.

Kemudian ia juga mengandalkan media sosial dengan anggaran promosi secukupnya. Ia juga menggaet influencer fesyen dan hijab.

Tari mengatakan bahwa Merché baru dikenal luas di Indonesia pada 2019. Ini karena ia konsisten memproduksi tas dengan harga yang terjangkau—mulai dari Rp100 ribu, dengan ciri khas warna pastel dan earth tone.

Dengan kegigihan dan ketekunannya, Merché akhirnya bisa dikenal pecinta fesyen, di mana produk pertamanya yaitu sling bag, tote bag, dan basic shirt. Seiring berjalannya waktu, Tari membuat beragam item fesyen lainnya, dari hijab, pakaian, aksesori, dompet, dan sepatu.

Kini Merché sudah membuka gerai di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Karawang, Bandung, Purwokerto, Malang, Yogyakarta dan masih banyak lagi.

Just do it and learn for mistakes. Planning itu penting terutama dalam mengatur cashflow serta team yang efektif,” pesannya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :