Meningkatkan Kampanye Periklanan dengan Suara Digital

Oleh: Matt Muldoon, Presiden ReadSpeaker di Amerika Utara

Addiction.id Pengiklan pasti paham bahwa konsumen di hari ini mengharapkan kepuasan instan. Dari pengiriman barang di e-commerce maksimal dua hari hingga pengiriman makanan di hari yang sama, semuanya menunjukkan bahwa konsumen ingin pesanannya tiba dengan segera. Oleh karena itulah teknologi suara meningkat pesat—mulai dari meminta perangkat Nest untuk menyesuaikan suhu di rumah hingga menyuruh Alexa untuk menambahkan item ke daftar belanja, berbicara dengan perangkat, dan memenuhi kebutuhan konsumen secara instan, sehingga bisa memenuhi harapan konsumen yang ingin serba instan.

Selama 18 bulan terakhir, brand harus menyesuaikan diri dengan permintaan konsumen yang terus berubah, ditambah lagi dengan pedoman kesehatan yang terus berubah. Meskipun pandemi COVID-19 membantu mendorong adopsi suara dengan cepat—mengingat fitur ini memberi kenyamanan tanpa harus disentuh, pengiklan punya peluang untuk meningkatkan teknologi mereka untuk membuat kampanye menarik guna menggaet pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Seiring dunia bergerak ke format suara, pengiklan bisa membantu brand mereka mengembangkan suara digital mereka sendiri di tengah persaingan, dan bisa lebih beresonansi dengan konsumen.

Mengevaluasi bagaimana teknologi suara saat ini digunakan

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan pencarian suara telah berkembang pesat, di mana 71% konsumen lebih memilih untuk melakukan pencarian suara daripada mengetik, dan 76% pemilik speaker pintar menggunakan perangkat mereka setidaknya sekali seminggu. Dengan semakin banyaknya konsumen yang mengadopsi teknologi suara, pengiklan bisa memanfaatkan peluang ini sebagai cara lain untuk terhubung dengan audiens.

Dengan meningkatnya kepemilikan speaker pintar, banyak merek yang berinvestasi dalam teknologi suara dengan memanfaatkan asisten suara built-in di speaker tersebut. Meski ini menjadi upaya pertama merambah ke teknologi suara, ini tak cukup untuk melibatkan audiens dan prospek, mengingat asisten suara yang konsisten.

Apa pun permintaan konsumen—mendengar cuaca terkini, membeli barang dari toko kelontong atau membaca resep—informasi pembacaan suara untuk perintah atau permintaan apa pun terdengar sama. Dengan demikian, konsumen mengalami kesulitan membedakan antara brand dan asisten suara. Jika suara yang memberi informasi kepada konsumen terdengar sama saat memeriksa status pengiriman pesanan Amazon, atau menggunakan aplikasi untuk memesan kamar di hotel favorit mereka, dan konsumen tak bisa membedakan antara brand dan asisten suara, pengiklan kehilangan kesempatan supaya brand-­nya dikenali dan sulit pula melibatkan konsumen dengan lebih baik.

Untuk membuat kampanye iklan yang benar-benar imersif dan menarik, serta meningkatkan pengenalan brand, pengiklan harus bekerja sama dengan mitra eksternal untuk menghasilkan suara digital khas. Sehingga tak hanya akan membantu brand mereka menonjol, tetapi juga membina hubungan yang lebih naik dalam dengan pelanggan. Dengan suara digital khas, pengiklan akan yakin bahwa brand mereka akan diingat oleh konsumen karena teknologi suara terus diadopsi.

Apa yang perlu diketahui pengiklan tentang membuat suara digital

Setiap hari, pengiklan bekerja untuk mengembangkan karakter brand mereka yang berbeda dalam konten tertulis dan visual, dan prinsip yang sama ini harus diterapkan pada suara digital. Seperti aset pencitraan brand visual, suara digital harus bisa dikenali, diidentifikasi, dan konsisten di antara perangkat dan platform. Dengan suara digital yang bisa digunakan di berbagai titik kontak konsumen, pengiklan bisa membangun kepercayaan melalui pengalaman, membudayakan brand mereka, dan menciptakan hubungan dengan pelanggan yang lebih kuat.

Untuk pengiklan, perjalanan suara digital yang sukses harus dimulai dengan melakukan riset untuk memilih mitra suara yang tepat. Mitra yang tepat akan menawarkan teknologi tercanggih yang tersedia, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) percakapan, text-to-speech dan jaringan dalam, serta jaminan privasi data dan kualitas. Setelah suara digital dibangun, pengiklan bisa membangun peluang keterlibatan baru, seperti kampanye iklan interaktif, untuk pelanggan dan prospek yang berbicara dengan mereka—secara harfiah.

Merancang kampanye iklan interaktif

Dengan suara digital, pengiklan bisa merancang dan mempromosikan iklan suara interaktif yang bisa dihosting di berbagai aplikasi, seperti layanan streaming seluler dan speaker pintar. Iklan ini berbicara langsung kepada pelanggan dan meminta mereka untuk merespons dengan kata atau frasa. Tidak seperti iklan lain—yang biasanya dianggap mengganggu, ini memungkinkan pendengar untuk menerima atau menolak lebih banyak informasi, kode promo, atau konten eksklusif. Selain itu, jenis iklan ini juga bisa lebih efektif karena sifatnya yang interaktif—pasar periklanan berbasis suara diproyeksikan akan mencapai $19 miliar pada tahun depan.

Untuk menghadirkan pengalaman terbaik melalui suara interaktif, pengiklan tak bisa bekerja di kantor. Sebaliknya, mereka perlu membentuk tim yang terdiri dari pengalaman pelanggan dan perwakilan layanan pelanggan, serta pemimpin bisnis untuk memastikan tim selaras dengan tujuan dan prioritas. Interaktivitas dan hiper-personalisasi akan terus mendorong masa depan periklanan suara, sehingga pengiklan harus melakukan brainstorming bagaimana teknologi bisa berkembang menjadi media lain di luar speaker pintar.

Misalnya, Wall Street Journal telah mengaktifkan artikelnya dengan suara, dan layanan streaming Peacock mulai memanfaatkan iklan yang diaktifkan dengan suara yang meminta pelanggan untuk berbicara ke remote control mereka untuk mendapat akses ke penawaran eksklusif. Pengiklan business-to-business (B2B) juga bisa menggunakan teknologi agar bisa lebih persuasif. Misalnya, jika prospek mendengarkan posting blog perusahaan, iklan yang menggunakan suara digital brand bisa mendorong pendengar untuk merespons jika dia tertarik untuk melakukan langkah selanjutnya, seperti mengatur ke tahap pembelian.

Pertumbuhan teknologi suara tampaknya tak akan melambat. Pengiklan punya kesempatan untuk menggunakan teknologi untuk membuat kampanye interaktif di seluruh media yang paling penting bagi audiens mereka. Dengan melakukan itu, mereka bisa menggaris diri dari persaingan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan return of investment (ROI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :