Andalkan Media Sosial, Dua Pebisnis Ini Raup Omzet Ratusan Juta

Addiction.id-Jakarta Mengawali bisnis dengan modal Rp500 ribu, kini Ellis Khairunisa dan Nurkholisa Dewi bisa mendapat omzet Rp200 juta per bulan. Adapun bisnis yang mereka jalani di bawah jenama YPOLOGY, yang menjual produk perawatan rambut.

Sebelum punya jenama sendiri, Ellis mengatakan bahwa mereka hanya menjual produk orang lain. Namun, setelah melihat peluang pasar selama pandemi COVID-19, akhirnya mereka memutuskan untuk menjual dengan jenama sendiri.

“Kita awalnya sebenarnya produk repack, aku memang beli produk yang aku jual sekarang. Nah, saat pandemi, produk kayak gini oke juga. Akhirnya, 2020 Juli, yaudah aku langsung ngomong ke Dewi ‘ayo kita jualan ini. Nih, mau ikutan nggak barengan berdua?’” jelasnya.

Keduanya lantas membuat produk sendiri pada September 2020 lalu. Semua upaya dilakukan mulai dari mencari jasa maklon hingga bisa mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Barulah pada 31 Mei 2021, produk dan jenama YPLOGY rilis.

“Kalau sekarang produk sendiri, kerja sama sama industri dengan maklon. Pabrik mereka yang buat, tetapi untuk formula, perencanaan produknya kaya apa, untuk apa itu kita sendiri yang merancang,” jelas Ellis, dikutip Rabu (13/10).

Perihal strategi pemasarannya, kata dia, mereka mengandalkan media sosial, seperti Instagram dan TikTok, yang kemudian membuahkan hasil yang gemilang. Mereka mengelola akun @yplogy.

“Waktu itu pertama kali booming karena paid promote di salah satu akun publik. Waktu itu TikTok lagi naik daun juga, yang ngetren racun TikTok itu. Kita ikutan akhirnya dan bikin video seakan-akan viral di TikTok. Kita promosi di Instagram, ternyata bulan Agustus nggak sampai 1 bulan mulai jualan, itu sudah mulai booming. Viralnya di Instagram,” tutur Ellis.

Setelahnya, pesanan produk mereka melonjak hingga 1.500 pesanan. Saat itu, bisnis yang dijalankan hanya berdua saja. Mereka mengaku sempat kewalahan memenuhi pesanan. “Sampai akhirnya 500 pesanan nggak bisa kita proses ke-cancel,” katanya.

Kini mereka punya dua karyawan yang membantu bisnis mereka. Selain itu, pengiriman produk mereka sudah sampai ke seluruh Indonesia hingga ke Taiwan. Produk mereka banyak dibeli melalui marketplace seperti Shopee hingga Tokopedia di atas 100 ribu pesanan.

“Untuk marketplace sekarang di atas 100 pesanan. Kalau omzet saat ini Rp200 juta per bulan,” ujar Ellis.

Selain itu, mereka juga sudah memiliki 15 distributor yang berada di sejumlah daerah, paling jauh di Sulawesi dan Kalimantan. Pun mereka punya 55 reseller, yang mana sampai ke Taiwan.

Dengan omzet ratusan juga itu, mereka terus mengembangkan bisnisnya. Mereka berharap bisa membiayai uang kuliah sendiri dan mendaftarkan orang tua mereka untuk ibadah haji. “Kebanyakan pendapatan kita itu masuk ke produk lagi,” tambahnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :