Dukung Pemerintah, Tokopedia Larang Penjualan Barang Palsu

Addiction.id-Jakarta Tokopedia mengaku siap menindak penjual di platformnya yang melanggar hak kekayaan intelektual (HAKI). Demikian Astri Wahyuni, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, menyampaikan.

Astri juga mengatakan bahwa Tokopedia akan terus memantau aktivitas transaksi agar sesuai hukum yang berlaku, kendati platform bersifat User-Generated Content (UGC)—di mana penjual bisa mengunggah produk secara mandiri.

“Tokopedia menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan platform Tokopedia dan/atau pelanggaran hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk berkaitan dengan pelanggaran hak kekayaan intelektual (HAKI) seperti pembajakan atau pemalsuan,” tutur dia, dikutip pada Kamis (7/10).

“Walau Tokopedia bersifat UGC, di mana setiap penjual bisa mengunggah produk secara mandiri, aksi kooperatif bersama para mitra strategis, termasuk pemerintah, pun terus kami lakukan untuk menjaga aktivitas dalam platform Tokopedia tetap sesuai dengan hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Astri menjelaskan bahwa Tokopedia punya kanal khusus untuk mengedukasi penjual terkait pencegahan, pelaporan, hingga kolaborasi aliansi merek untuk perlindungan HAKI. Tokopedia juga menyediakan fitur yang menerima laporan masyarakat terkait pelanggaran HAKI.

“Tokopedia juga memiliki kebijakan produk apa saja yang bisa diperjualbelikan di aturan penggunaan platform Tokopedia,” imbuhnya.

Untuk diketahui, perihal penindakan terhadap pelanggar HAKI, Tokopedia menjelaskannya usai penandatangan kerja sama antara DJKI Kemenkum HAM dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) soal kebijakan perlindungan HAKI di Indonesia.

Selain Tokopedia, ada empat e-commerce lain yang terlibat dengan kerja sama itu, yaitu  Bukalapak, , Shopee, Lazada dan Blibli.com. Mereka berjanji tak akan menjual barang palsu atau yang melanggar HAKI.

idEA sendiri mendukung upaya pemerintah menghentikan peredaran barang palsu dan bajakan di pasaran. “idEA akan berupaya memberi edukasi kepada penjual, seller, lapak, merchant yang menjadi mitra bisnis anggota kami untuk tidak menjual produk barang dan atau jasa dari melanggar hak kekayaan intelektual milik orang/pihak lain,” kata Ketua idEA Bima Laga.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :