Bukan Sekadar Dompet Digital, Kini OVO Perluas Layanannya

Bukan Sekadar Dompet Digital, Kini OVO Perluas Layanannya

Addiction.id-Jakarta Sudah empat tahun OVO hadir di Indonesia. Di sepanjang waktu ini, layanan financial technology tersebut sudah menghadirkan berbagai layanan keuangan terpadu di aplikasinya. Adapun, ke depannya, OVO akan mengembangkan bisnisnya.

Menurut Presiden Direktur Ovo Karaniya Dharmasaputra, OVO sudah semakin matang, terutama setelah menyandang status sebagai unicorn.

“Salah satu inovasi yang diluncurkan OVO adalah di area investment bekerja sama dengan Bareksa sebagai salah satu e-investment platform di Indonesia. OVO meluncurkan sebuah terobosan, yang saya kira baru pertama kali terjadi di Indonesia, di mana terjadi deep integration antara e-money dan e-investment,” tutur Karaniya, dikutip Selasa (28/9).

Ia menjelaskan bahwa ini kali pertama uang atau dana investasi yang diinvestasikan melalui aplikasi e-money, bisa dibelikan reksadana pasar uang dengan mudah. Lalu saat dijual, uang langsung masuk ke Ovocash—yang bersangkutan dengan mekanisme instant redemption. “Ini sebuah terobosan yang penting yang saya kira akan jadi milestone bagi dunia investasi kita ke depan,” lanjut dia.

OVO sendiri sudah hadir di 430 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Adapun layanan keuangan digitalnya sudah merangkul 1,2 juta merchant, di mana 90% lebih di antaranya merupakan UMKM—termasuk warung, kedai-kedai, pedagang kaki lima, dan sebagainya.

Selain itu, studi dari CORE Indonesia bahkan menunjukkan bahwa literasi dan inklusi keuangan pelaku UMKM meningkat setelah menggunakan OVO. Didapati bahwa 43% mitra UMKM itu mulai menabung di bank dan 46% mulai menggunakan jasa transfer dana.

Layanan ini juga turut membantu pembangunan ekonomi selama pandemi COVID-19. Misalnya, dengan membangun platform Kartu Prakerja dan distribusi dana bantuan hingga Rp6,3 triliun.

“Saya rasa ini salah satu milestone yang penting bukan hanya membanggakan bagi OVO, tapi penting maknanya bagi perekonomian kita secara nasional,” ujar Karaniya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit berharap OVO bisa segera hadir untuk semua masyarakat Indonesia. Namun, ia menyadari, untuk mewujudkan hal itu tentutnya akan menghadapi berbagai tantangan.

“Kembali lagi sih ke kebutuhan edukasi dan sosialisasi itu, mengingat kita sudah 270 juta penduduk dan ribuan pulau, ini tugas yang masih panjang. Tapi kami mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dan menurut kami pendekatan inklusif ini yang bisa mendorong percepatan transformasi digital itu,” pungkasnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :