Kebiasaan Baru Konsumen Saat Ini, Menurut Ahli

Kebiasaan Baru Konsumen Saat Ini, Menurut Ahli

Addiction.id-Jakarta Kebiasaan konsumen berbelanja di masa pandemi COVID-19 ini berubah. Hal ini sebagaimana diakui oleh para ahli yang mempelajari perilaku konsumen di masa sulit ini.

Disebutkan bahwa saat ini konsumen menahan konsumsi dan menyesuaikan diri dengan situasi pandemi. Di lain sisi, rantai pasokan di dunia bisa terganggu akibat perubahan iklim yang mengakibatkan bencana alam dan peristiwa cuaca ekstrem.

Menurut asisten profesor pemasaran di Texas Tech University Deidre Popovich, hal-hal tersebut bisa mengubah kebiasaan konsumen berbelanja, mulai dari di mana mereka akan belanja, bagaimana mereka belanja, dan apa harapan mereka. Sementara itu, para ahli yang meneliti psikologis konsumen menyebutkan bahwa hal-hal itu akan memiliki efek jangka panjang pada kebiasaan konsumen dalam tiga cara.

1. Menimbun kebutuhan pokok dan rumah tangga

Di awal pandemi, banyak konsumen yang melakukan panic buying karena takut tak bisa mencukupi kebutuhan hidup selama kebijakan pembatasan berlaku. Stok-stok barang cepat ludes.

Kendati kini panic buying minim terjadi dan produsen bisa mengisi permintaan pasar dengan ajeg, pengalaman di awal pandemi itu membuat orang menyimpan lebih banyak bahan pokok—seperti makanan kemasan dan kebutuhan rumah tangga, ketimbang sebelumnya.

2. Ganti barang sebelum rusak total  

Saat ini, konsumen tak menimbung peralatan seperti lemari es dan mesin cuci—entah karena tak punya uang atau ruang untuk menyimpannya. Namun, konsumen cenderung bersedia mengganti barang-barang tersebut lebih awal, sebelum rusak total. Pasalnya, mereka tak ingin mengambil risiko kehabisan stok—yang kemudian berujung pada kenaikan harga barang.

3. Mudah pindah ke platfrom atau merek lain

Sebagaimana telah diketahui, platform belanja online memudahkan konsumen membeli barang baru. Ke depannya, konsumen cenderung mencari barang di toko dan di platform yang belum pernah mereka coba. Mereka bisa berseliweran di platform mana pun hingga akhirnya bisa menemukan apa yang mereka cari. Hal ini juga yang memungkinkan konsumen beralih ke platform dan merek lain.

Bagi pebisnis dan pemasar, kebiasaan-kebiasaan baru itu bisa menjadi peluang untuk membuka bisnis

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :