Muncul di YouTube Kids, Produser “Aku Bukan Homo” Pertanyakan Filtrasi YouTube

Muncul di YouTube Kids, Produser “Aku Bukan Homo” Pertanyakan Filtrasi YouTube

Addiction.id-Jakarta Pihak manajemen Sindu pemilik lagu “Aku Bukan Homo” mengaku terkejut iklan musik videonya muncul di sela-sela acara YouTube Kids. Mereka juga menegaskan bahwa hal ini di luar kendali mereka.

“Kami juga bingung. Jujur kami bingung. Ini di luar kendali kami,” pungkas Putra, produser lagu tersebut, dikutip pada Jumat (17/9).

“Kok bisa? Ada apa dengan filtrasi YouTube? Apakah filtrasi YouTube tidak ketat? Apakah sebegitu mudahnya? Kalau begitu berarti dengan mudahnya konten-konten lainnya bisa masuk ke konten anak-anak. Jadi ini pembelajaran bagi kita semua,” lanjutnya.

Putra menegaskan video “Aku Bukan Homo” telah mengikuti prosedur dari YouTube dan diperuntukan bagi dewasa 18 tahun ke atas.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, warganet mengeluhkan iklan video musik “Aku Bukan Homo” yang muncul di sela-sela tayangan acara YouTube anak-anak. Pasalnya, mereka menilai iklan tersebut bernuansa Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trangender (LGBT). Menyusul keluhan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lantas memblokir akses iklan tersebut.   

Putra lalu menjelaskan bahwa lagu tersebut terinspirasi dari kisah nyata seorang teman yang heteroseksual diganggu oleh seorang homoseksual. Teman ini menghargai hal ini, namun lama-lama merasa tak nyaman karena seseorang tersebut agresif padanya.

Ia juga menambahkan bahwa Sindu merupakan musisi dan penulis lagu yang cerdas, pun punya sudut pandang yang unik dan memiliki visi. “Makanya saya mau dan memilih untuk memproduserinya,” ujar Putra.

Lebih lanjut, Putra dan pihak manajemen meminta maaf atas kehebohan akibat video ‘Aku Bukan Homo’. Mereka pun menyampaikan terima kasih atas perhatian semua pihak, dari orang tua hingga musisi, yang sudah menegur. “Tetapi awasi anak-anak kita jangan berhenti di sini,” imbuhnya.

Putra mengaku siap jika diminta untuk berdiskusi dengan Majelis Ulama Indonesia, KPAI, dan Kominfo, sehingga bisa mendapat titik terang.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :