Produk Hingga Iklan Rokok di DKI Jakarta Ditutupi

Produk Hingga Iklan Rokok di DKI Jakarta Ditutupi

Addiction.id-Jakarta Sejumlah minimarket di DKI Jakarta mulai menjauhi rokok dari pandangan konsumen, misalnya dengan menutup etalase rokok dengan kain. Tindakan ini menyusul Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok yang ditandatangani pada 9 Juni lalu. Adapun seruan ini ditujukan untuk menekan jumlah perokok di Indonesia.

dr Cut Putri Arianie, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengatakan bahwa kebijakan DKI itu sejalan program pemerintah yang ingin memperbanyak Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Negara sudah perintahkan melalui UU dan PP agar lakukan pengendalian konsumsi rokok,” ujar Cut.

Namun, ia mengatakan implementasi aturan itu bregantung kebijakan provinsi masing-masing. “Ini masa otonomi daerah, saya tidak bisa jawab apakah daerah lain mau juga melakukannya, kalau aturan tentang pengendalian konsumsi rokok untuk negara sudah ada di UU dan PP ya,” ujarnya, Kamis (16/9).

Sebagai informasi, prevalensi merokok di Indonesia masih sangat tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 Tahun dari 28,8% pada 2013 menjadi 29,3% pada 2018.

Kemenkes sudah membuat aturan untuk mengendalikan jumlah perokok mengharuskan pencantuman peringatan kesehatan pada kemasan rokok. Selain itu, bersama lembaga terkait, mereka meningkatkan cukai rokok, melarang iklan rokok, serta kebijakan KTR.

Untuk diketahui, menyusul seruan Gubernur DKI Jakarta, display rokok di sejumlah toko-toko dan minimarket di kawasan DKI Jakarta ditutup belakangan ini. Adapula yang baru hanya menutup iklan, lantaran mengaku belum ada keterangan lebih lanjut perihal aturan display rokok harus ditutup.

Sebelumnya, pada Senin (13/9) lalu, Petugas Satpol PP Jakarta Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah minimarket dan pusat perbelanjaan. Mereka mengecek apakah para pelaku usaha masih memasang reklame iklan rokok di luar maupun di dalam toko.

“Jadi kita imbau tidak lagi memasang reklame seperti iklan produk rokok, atau memajang kemasan atau bungkusan produk rokok juga,” ujar Ivand Sigiro, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Operasional Satpol PP Jakarta Barat. “Kita cabut (reklame) dan kita tutup display produk rokok dengan kain putih.”

Meski ada larangan itu, konsumen masih bisa membeli rokok. Namun, kini mereka jadi segan dan bingung untuk membeli, mengingat harga rokok juga tak terpampang.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :