44% Orang di Dunia Merasa Tak Terwakili Iklan

44% Orang di Dunia Merasa Tak Terwakili Iklan

Addiction.id-Jakarta Brand gagal merepresentasikan konsumen melalui iklannya. Hal ini sebagaimana hasil riset YouGov baru-baru ini, dikutip dari WARC (16/9).

Secara rinci, riset itu menyebutkan bahwa 44% konsumen mengaku tak terwakili oleh iklan yang mereka lihat. Sementara, 31% merasa netral dan hanya 19% yang merasa terwakili sepenuhnya.

Temuan itu berdasarkan hasil riset terhadap seluruh dunia, berdasarkan 14 dari 17 pasar yang disurvei. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak orang yang merasa tak terwakili ketimbang terwakili.

Konsumen di Eropa cenderung tak setuju bahwa mereka terwakili oleh iklan. Ini paling menonjol di Jerman, di mana ada 60% yang tak setuju, dan Swedia dengan 59% yang tak setuju. Adapun di Inggris, 50% orang merasa tak terwakili iklan—dengan konsumen berusia 55 tahun ke atas yang paling banyak merasa demikian (ada 63% dari total 50% itu).

Di Amerika Serikat dan Meksiko, lebih banyak pria daripada wanita yang mengatakan bahwa mereka tak terwakili iklan.

Sementara itu, di Indonesia, antara konsumen yang setuju dan tidak setuju nyaris berimbang. Masing-masing ada di sekitar 30%. Namun, konsumen yang setuju bahwa mereka terwakili iklan sedikit lebih banyak.

Berangkat dari hasil riset itu, menjangkau audiens secara lebih kontekstual, lebih jelas, dan lebih representatif bisa berdampak lebih besar bagi brand.

Adapun tiga pendekatan seperti casting inklusif, narasi inklusif, dan inklusi akan membantu brand mencapai kemajuan. Mengikuti pendekatan ini merupakan tindakan nyata yang bisa membikin brand mendapat dampak baik, ketimbang mengandalkan sekadar tanda.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :