Iklan Kontekstual Efektif Membikin Audiens Ingat Pada Merek

Iklan Kontekstual Efektif Membikin Audiens Ingat Pada Merek

Addiction.id-Jakarta Iklan yang kontekstual efektif membikin audiens ingat pada merek, demikian hasil riset dari Integral Ad Science dan Neuro-Insight.

Untuk diketahui, iklan kontekstual ditargetkan berdasarkan kecocokan platform untuk beriklan dan data cookie audiens.

Dikutip dair Campaign Asia (15/9), riset tersebut dilakukan pada Juli lalu, dengan mengumpulkan data neurometrik dari 60 peserta berusia 18 hingga 60 tahun. Hasilnya, menunjukkan bahwa iklan yang kontekstual memungkinkan audiens lebih mudah mengingat merek yang diiklankan, dibandingkan iklan yang tak kontekstual.  

Didapati bahwa iklan yang kontekstual meningkatkan ingatan audiens kepada merek, call to action, dan elemen branding hingga 23%, dibandingkan dengan iklan yang tak kontekstual. Selain itu, iklan yang kontekstual juga meningkatkan ingatan soal tema yang lebih luas dan narasi merek yang menyeluruh hingga 27%.

Namun, berbagai iklan kontekstual punya kinerja yang berbeda. Misalnya, iklan endemik yang kontekstual di sebuah artikel—yang menawarkan pemecahan suatu masalah, 36% lebih efektif membuat orang mengingat detail iklan, dan 43% lebih efektif mendorong emosi, jika dibandingkan dengan iklan yang tak kontekstual.  Contoh iklan endemik ialah iklan untuk membeli tiket film mendatang di artikel tentang perilisan film.

Adapun iklan tematik yang kontekstual, yang memiliki tema serupa dengan konten di sekitarnya—seperti iklan koktail musim panas di artikel tentang aktivitas musim panas—punya performa terbaik dalam pembuatan memori secara keseluruhan (+40%), mengingat pengguna cenderung mengingat tema iklan yang umum.

Kepala Pemasaran di Integral Ad Science Tom Marlow mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan bahwa iklan kontekstual tak hanya berguna, tetapi juga lebih efektif daripada iklan bertarget yang dipicu oleh data dari cookie pihak ketiga.

“Kami akan memasuki dunia yang mengutamakan privasi konsumen. Orang-orang sebagian besar tak ingin dilacak, kecuali mereka mendapat imbalan, ” kata Marlow. “Dengan penargetan audiens, Anda bisa menjangkau orang yang tepat, namun mungkin di waktu yang salah. Adapun iklan kontekstual memberi [pemasar] kesempatan yang lebih baik untuk membuat hubungan yang lebih bermakna dengan audiens.”

Terlepas dari maraknya pemblokiran iklan, ia menambahkan bahwa konsumen pada umumnya menerima iklan karena mereka memahami pertukaran nilai antara iklan dan konten gratis.

Sebagai informasi, hasil riset itu dirilis saat iklan kontekstual digadang-gadang sebagai pengganti cookie pihak ketiga—yang akan dihentikan Google di Chrome pada 2023 mendatang. Pemasar melihat penargetan kontekstual sebagai alternatif yang mematuhi privasi.

Dengan diperkenalkannya machine learning, kemampuan periklanan kontekstual menjadi lebih cerdas, menjalankan keseluruhan kata kunci sederhana, hingga penargetan yang tepat.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :