Cara Menarik Pelanggan Lewat Media Sosial

Cara Menarik Pelanggan Lewat Media Sosial

Addiction.id-Jakarta Era digital ini ibarat berkah bagi para pengusaha. Pasalnya, dengan segala kecanggihan yang ada, mereka bisa melakukan pemasaran dengan lebih mudah dan lebih murah, kendati pun audiens yang dijangkau bisa lebih luas. Belum lagi, di masa pandemi COVID-19 ini, lebih banyak orang yang banyak menghabiskan waktunya menggunakan internet.

Tak heran bila saat ini banyak pengusaha yang membikin iklan digital. Adapun yang dimaksud dengan iklan digital ialah segala bentuk iklan yang muncul secara online atau di saluran digital, seperti platform media sosial.

Berbicara tentang beriklan di media sosial, cara ini diakui efektif dan spesifik menjangkau target pelanggan. Untuk itu, CEO of Kopi Chuseyo Daniel Herlambang juga menyarankan pemanfaatannya.

“Jadi iklan digital ini lebih segmented, iklan digital mesti dicoba,” ujar Daniel secara daring, dikutip pada Rabu (8/9). Misalnya, di media sosial seperti Instagram, fitur iklan bisa ditemukan di bagian pengaturan untuk akun yang di pengaturan bisnis dan berbayar.

Namun, lanjut dia, iklan digital saja tak cukup karena harus ada pesan di setiap konten yang diunggah. “Pesannya apa? Yaitu bagaimana membuat tertarik pelanggan dengan kelebihan produk atau jasa kita. Memang agak susah kalau produknya biasa saja, harus ada komoditas. Yang namanya branding harus ada diferensiasi apa yang membuat kita beda dari kompetitor,” sambungnya.

Selain itu, pengusaha juga mesti memikirkan bagaimana berkomunikasi dengan pelanggan yang mencari tahu tentang bisnisnya. Adapun saat ini dibutuhkan pengusaha yang sangat responsif dan cepat membalas jika ditanya calon konsumen.

“Pemilik bisnis harus respon cepat ke pelanggan kalau perlu mempekerjakan admin,” tandas Daniel.

Pengusaha juga perlu mempermudah pelanggan yang membeli produk usaha, terlebih di masa pandemi seperti ini. Misalnya, dengan memfasilitasi transaksi di toko online melalui marketplace.

Lebih lanjut, Daniel menilai bahwa membuka toko di e-commerce adalah hal wajib bila bisnis ingin bertahan. Ia menyarankan toko yang beroperasi secara offline, juga membuka lapak di platform online.

“Semoga dengan begini kita bisa bertahan. Mungkin untung nggak gede seperti dulu, tapi nggak bangkrut itu yang paling penting sekarang. Survive, nggak tutup restoran kita,” tuturnya.

“Terakhir adalah bagaimana membuat pelanggan loyal dan minta kepada teman-temannya sharing dan mention di media sosial, seperti Instagram. Dari sana akan ada potensi menambah konsumen lainnya.  Selain itu, pemilik bisnis juga jangan ragu memakai mikro influencer untuk endorse influencer yang jumlah pengikutnya di bawah 50K, sebab kadang mereka mau membantu walau hanya dibayar dengan kirim produk saja namun unggahan hanya di story saja,” jelas Daniel.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :