Thrift Shop Lapak Omah 90s Bisa Cuan Puluhan Juta Per Bulan

Thrift Shop Lapak Omah 90s Bisa Cuan Puluhan Juta Per Bulan

Addiction.id-Jakarta Thrift Shop atau pasar barang bekas begitu populer di kalangan pemuda. Utamanya, bagi mereka yang suka thrifting baju seken. Hal ini dilihat oleh Anita Novianti sebagai peluang bisnis.

Berangkat dari hobinya yang juga suka thrifting baju, ia lalu memutuskan untuk berjualan baju thrift dengan nama merek Lapak Omah 90’s.

Ia menilai bahwa baju seken diminati lantaran harganya murah dan modelnya tak pasaran. Kendati demikian, ia mengakui bahwa bisnis ini seringkali dianggap sebelah mata karena berembel “seken”. Namun, semuanya berubah ketika bisnis ini mulai merambah online.  

“Pas udah masuk ke online ternyata thrift naik kualitasnya, di situ mulai tertarik (jualan), ditambah harga jualnya lumayan tinggi dibanding harga modal (dulu),” kata Anita, dikutip pada Selasa (24/8).

Bisnis Anita dimulai saat dirinya masih kuliah yaitu sejak 2017 di tempat tinggalnya, Kota Bandung. Sempat berhenti beberapa bulan, ia kemudian kembali berbisnis di akhir 2018.

Selama menjalani bisnis, ia mengaku kerap dilanda kendala. Mulai dari kompetisi antarpedagang hingga pemasaran. Saat ini, harga modal lebih mahal mengingat semakin banyaknya orang yang membuka thrift shop baju. “Jadi penjual pasar seenaknya naikin harga di pasar,” imbuhnya.

Selain itu, di awal pandemi COVID-19, ia kesulitan menyetok barang. “Soalnya barang dari luar pada ketahan nggak bisa masuk ke sini, itu bikin dapat barang susah di pasar, terus harga mahal,” kata dia. “Lalu, di Instagram sekarang insight-nya naik turun. Ini juga bikin sulit, soalnya penjualan bisa naik turun kalau insight lagi kacau.”

Kendati begitu, Anita bisa menghadapi berbagai tantangan tersebut. Bahkan, kini pengirimannya sudah merambah ke luar daerah seperti Papua, Kalimantan, Sumatera hingga ke Aceh.

“Alhamdulillah, awal pandemi rame banget pembeli… Lapak Omah tuh pertama naik (penjualan) gara-gara Corona, bener-bener ada berkahnya banget. Dari followers (Instagram) 40 ribu, tiba-tiba jadi 100 ribu sekarang,” imbuhnya.

Perempuan berusia 24 tahun ini menjelaskan bahwa modal awal usaha thrift shop yang ia lakoni hanya berkisar Rp500 ribu. Kini ia sudah bisa meraup omzet sekitar Rp40 juta dalam sebulan. Dia berharap, ke depannya bisa mengembangkan usahanya hingga mempunyai merek sendiri.

Pingin punya brand sendiri, soalnya nggak yakin thrift shop bakal bertahan lama, makanya kemarin-kemarin sempat mikir harus dari sekarang punya usaha lain, biar nggak fokus satu aja,” pungkasnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :