Iklan Tentang Kesehatan Juga Harus Taati Etika Kedokteran

Iklan Tentang Kesehatan Juga Harus Taati Etika Kedokteran

Addiction.id-Jakarta Pada Senin (30/8), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mulai menampung aspirasi dari stakeholder dan publik terkait revisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012, dengan menggelar form group discussion (FGD).

Dikutip dari laman resminya, KPI mengundang 71 lembaga, dari kementerian, lembaga, hingga kelompok masyarakat. Adapun FGD ini digelar selama tiga hari, dari 30 Agustus hingga 1 September 2021.

Dalam FGD itu, salah satu hal yang menjadi perhatian ialah iklan terkait kesehatan.

Perwakilan dari Kementerian Kesehatan Aji mengingatkan bahwa tenaga kesehatan sebetulnya dilarang beriklan, menjadi model iklan alat kesehatan, perbekalan, kecuali dalam iklan layanan masyarakat (ILM).

“Kita menyaksikan banyak tenaga kesehatan yang menjadi endorser. Bukan hanya di media sosial, melainkan juga di lembaga penyiaran, seperti TV dan Radio. Kalaupun harus terjadi seperti itu, maka harus pastikan lagi soal perizinan atau registrasi dari lembaga-lembaga yang berwenang,” tutur dia.

Selain itu, Kemenkes juga mempermasalahkan pelayanan kesehatan tradisional yang kerap menjadi sorotan dalam program siaran atau iklan.

“[Pelayanan kesehatan] itu sebetulnya tak diperbolehkan untuk memberikan informasi yang hiperbola, tak memiliki kekuatan science atau validitas bukti-bukti, yang memperlihatkan bahwa pelayanan itu bisa menyembuhkan. Intinya, dilarang melakukan publikasi di penyiaran, karena manfaat dan keamanan belum terbukti atau diragukan secara khusus dalam ilmu kedokteran,” sambung dia.

“Kita ingin iklan-iklan dan program pelayanan kesehatan tradisional lebih bisa diatur lebih lanjut,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fery Rahman. Di etika kedokteran sendiri tak boleh menyampaikan kelebihan atau keberhasilan hasil pengobatan. Namun, saat ini marak iklan-iklan pengobatan tradisional di media penyiaran yang menyalahi etika itu.

“Saya kira ini cukup berbahaya dan masyarakat sudah dibuat kecele. Seperti narasi, inilah obat satu-satunya, inilah obat COVID. Jadi, menurut kami, itu harus ditertibkan,” tandas Fery. Ia menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung upaya KPI untuk menertibkan iklan yang bermasalah agar tak meluas.

Di FGD, KPI juga menerima masukan lain dar berbagai pihak. Semuanya akan ditampung dan kelak menjadi pertimbangan KPI dalam merevisi P3SPS KPI tahun 2012.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :