Potensi Fesyen Muslim di Indonesia Kian Meningkat

Potensi Fesyen Muslim di Indonesia Kian Meningkat

Addiction.id-Jakarta Tokopedia melihat tren fesyen muslim kian meningkat. Terbukti, transaksi fesyen muslim meningkat tiga kali lipat, terutama di Ramadan tahun ini.

Sebagaimana diketahui, tingginya penduduk muslim di Indonesia turut mendorong industri halal dan syariah dalam negeri. Bahkan, pada pertengahan 2019 lalu, ekonomi syariah nasional menyumbang PDB hingga US$3,8 miliar (Rp54,3 triliun) per tahun dan membuka 127.000 lapangan kerja baru setiap tahun—menurut laporan Kementerian Keuangan. Jadi, tak heran bila tren fesyen muslim meningkat.

“Puncaknya di acara WIB Spesial Ramadan 23 April kemarin. Transaksi fesyen muslim meningkatnya bisa sampai 3 kali lipat. Kalau kita lihat, banyak banget muncul brand fesyen muslim lokal yang kualitasnya bagus dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Astri W, Direktur Tokopedia Salam, dikutip pada Senin (30/8).

Berangkat dari hal itu, Astri yakin bahwa ke depannya, Indonesia berpotensi menjadi kiblat fesyen muslim. Apalagi pasar fesyen muslim dalam negeri juga sangat besar. “Ini potensial banget dan menjadi brand lokal berpotensi tumbuh,” katanya.

Desainer fesyen muslim dan founder Kami Idea, Istafiana Candarini dan Nadya Karina, pun mengakui semakin tingginya perkembangan fesyen muslim. Mereka menilai bahwa hal ini membuka peluang usaha bagi industri tekstil dan brand lokal. Pun tak menutup kemungkinan akan adanya kolaborasi antarpengusaha, yang bisa mendorong fesyen muslim Indonesia menjadi modest fesyen.

“Kita nggak nyangka tahun 2021 akan segini banyaknya UMKM fesyen muslim. Kita lihatnya ini jadi tambahan gimana agar kita terus berinovasi dan berkarya,” kata Ista. “Udah banyak juga opini dari negara lain kalau modest fesyen di Indonesia itu sangat beragam dan kreatif. Kalau dari Kami Idea, kami yakin insyaallah, Indonesia bisa jadi modest fesyen dunia,” imbuhnya.

Perihal fesyen lokal, Ista menjelaskan saat ini Indonesia masih mengadopsi tren fesyen Barat dan bermain pada motif dan warna. Hal ini juga dilakukan oleh Kami Idea yang menghadirkan warna earth tone sebagai ciri khas brandnya.

“Dari awal kemunculan, kita banyak menghadirkan range warna yang bervariasi. Di antara warna yang kita keluarkan, ternyata warna-warna earth tone jadi yang banyak diminati. Lama kelamaan, warna tersebut jadi ciri khas brand kami dan sesuai dengan kulit orang Indonesia juga,” tutur dia.

Kendati memang semakin berkembang, fesyen muslim Indonesia pastinya harus didorong berbagai hal.  Termasuk dengan terus berinovasi dan mengedepankan layanan, terlebih lagi di masa pandemi COVID-19 ini.

Kami Idea sendiri berusaha mendongkrak penjualan online dan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, demi bertahan di masa sulit ini.

Channel kita ada online dan offline. Kita mikir, gimana supaya stok offline kita pindahkan ke online, salah satunya melalui Tokopedia—selain dari website sendiri. Kita juga brainstorming eksplor ide-ide apa gimana caranya menghadirkan koleksi yang sesuai, dan bisa diterima di masa pandemi. Salah satunya dengan menghadirkan produk yang bahannya nyaman dipakai di rumah,” jelas Ista.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :