Pemerintah Akan Godok UU Soal E-Commerce

Pemerintah Godok UU Soal E-Commerce

Addiction.id-Jakarta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan agar pemerintah mengatur sektor perdagangan online melalui undang-undang (UU). Pasalnya, peraturan menteri (permen) tak cukup untuk mengatur sektor yang luas itu. Maka dari itu, diperlukan payung hukum berbentuk UU.

  “Kalau bisa, buat UU saja. Jangan cuma permen,” tutur Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto saat rapat bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pada Rabu (25/8).

Merespons usulan itu, Lutfi mengatakan bahwa pemerintah memang akan mengeluarkan aturan soal e-commerce. Namun, saat ini masih melakukan kajian di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).

“Sekarang ini saya serahkan ke Kemenko Perekonomian, apa kita mau atur sepotong-potong atau langsung ramai-ramai? Ini akan dibicarakan secara terpadu, dan sekarang kita lagi cari PMO-nya. Makanya, rencana peraturan perdagangan yang saya janjikan itu, karena saya lagi tunggu aturan, kita tunggu dulu,” jelas Lutfi, di kesempatan yang sama.

Meski begitu, Lutfi mengatakan bahwa pemerintah tak tinggal diam melihat dinamika yang terjadi di sektor e-commerce pada saat ini. Salah satu yang sempat membuat heboh adalah banjirnya produk impor dari Cina di sejumlah e-commerce. Selain bikin kebanjiran impor, hal ini membikin produk lokal sulit bersaing. Pasalnya, produk impor yang ditawarkan di e-commerce jauh lebih murah daripada produk lokal.

Dalam menghapi masalah tersebut, lanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah menertibkan e-commerce. Mereka akhirnya menyetop pemasaran produk impor, termasuk produk garmen, alas kaki, dan aksesoris—yang banyak dijual murah di e-commerce.

“Saya tak perlu sebut nama (e-commerce-nya), tapi sudah disetop impornya,” imbuhnya.

Selain menyetop pemasaran produk impor di e-commerce, ia mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen membangun sentral produksi lokal di sejumlah daerah, seperti Bandung, Solo, hingga Yogyakarta.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :