Supaya Beriklan Tak Rugi, Ini yang Harus Diperhatikan Pengiklan

Supaya Beriklan Tak Rugi, Ini yang Harus Diperhatikan Pengiklan

Addiction.id-Jakarta Tak sedikit orang melewati iklan yang tayang di layar gawai seperti ponsel atau komputer. Bahkan, banyak di antaranya yang mencoba dan menggunakan aplikasi pemblokir iklan. Ini karena iklan tersebut dirasa mengganggu.

Perlu diperhatikan, hal itu menjadi tanda bahwa pengiklan telah melakukan kesalahan dalam beriklan. Sehingga beriklan jadi tidak efektif. Anggaran untuk beriklan juga jadi mubazir karena pesan iklan jadi tak tersampaikan ke audiens.

Untuk mencegah kemubaziran itu terjadi, ada baiknya pengiklan mengetahui hal-hal apa saja yang harus diperhatikan agar beriklan tak rugi. Country Manager Indonesia The Trade Desk Florencia Eka mengatakan belum lama ini, mula-mula pengiklan harus tahu tujuan beriklan.

Florencia mengatakan bahwa pengiklan harus memastikan, misalnya, apakah iklan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran brand atau membangun engagement dengan audiens.  

Kedua, pengiklan sebaiknya tak hanya mengandalkan media sosial untuk beriklan.  “Itu artinya melewatkan kesempatan yang besar di internet yang juga bisa dijangkau,” pungkas dia, dikutip Kamis (19/8).

Ia memaparkan ada wadah potensial lain yang bisa diandalkan untuk beriklan. Saat ini ada open internet yang berisi CTV/OTT hingga platform video dan audio, seperti Netflix, Viu, Spotify, dan Joox.

Selajutnya, pengetahuan soal konten yang menarik juga diperlukan guna menarik minat audiens. Saat ini, menurut riset The Trade Dest, konten yang paling di minati secara berurutan ialah humor (59%), real life (52%), ber-jingle atau lagu yang mudah diingat (44%), kartun atau animasi (34%), artis atau influencer (32%), tarian (8%), dan lainnya (1%).

Kemudia pengiklan juga mesti menggunakan strategi yang aktif dan aktif. “Ciptakan brand recall untuk mereka yang impulsif sehingga mereka bisa ingat brand kita akan sangat baik. Jadikan brand sebagai top of mind (yang paling diingat) untuk mereka yang tipe planner sehingga kalau membeli mereka ingatnya produk ini,” tuturnya. Ia menambahkan untuk tak lupa menyesuaikan iklan dengan tujuan yang ingin dicapai.

Terakhir, Florencia mengingatkan untuk mempelajari waktu terbaik untuk beriklan. Ini lebih penting ketimbang harus banyak-banyak beriklan, namun ternyata membikin beriklan jadi tak efektif karena waktunya tak jelas.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :