Pengiklan Harus Tahu! Ini Kebiasaan Belanja Online Orang Indonesia

Pengiklan Harus Tahu! Ini Kebiasaan Belanja Online Orang Indonesia

Addiction.id-Jakarta Hasil riset yang dilakukan The Trade Desk dan YouGov baru-baru ini menunjukkan kebiasaan belanja online orang Indonesia. Didapati bahwa ada yang berbelanja secara impulsif dan ada juga yang tidak.

Dari 2.000 responden, sebanyak 82% di antaranya suka berbelanja online, paling tidak, sekali dalam sebulan.

“Satu dari empat yang sangat aktif, bisa dibilang sudah termasuk shopaholics karena belanja online beberapa kali dalam seminggu,” lanjut Country Manager Indonesia Trade Desk Florencia Eka saat konferensi pers daring pada Kamis (19/8).

Berdasarkan riset itu, pembeli dibagi menjadi tiga kategori, yaitu planner (terencana), netral dan impulsif.

Planner ialah tipe pembeli yang belanja sesuai dengan kebutuhan dan sudah direncanakan sejak awal. Sebaliknya, impulsif adalah mereka yang belanja sesuai keinginan dan belanja lebih banyak. Di saat diskon, mereka langsung tergoda membeli barang meski tak membutuhkannya. Adapun netral adalah pembeli yang ada di tengah-tengah antara impulsif dan planner.

Lebih rinci, riset itu menunjukkan bahwa 64% responden mengaku pembelanja yang terencana, lalu 22% mengaku netral, dan 14% mengaku impulsif.

Kendati begitu, Florencia mengatakan bahwa mereka yang mengaku planner bisa jadi impulsif saat ada festival belanja online. “Ini bisa jadi peluang bagi pengiklan mengembangkan strategi untuk para pembelanja tersebut,” sambungnya.

Terbukti bahwa 42% dari mereka yang mengaku planner bisa jadi impulsif. Adapun saat festival belanja online berlangsung, pembeli yang  terencana turun menjadi 50% dan yang netral naik menjadi 24%.

Selain itu, riset juga menunjukkan bahwa loyalitas orang Indonesia cenderung menurun atau “brand switchers” selama festival belanja online. Sebanyak 52% responden mengaku suka mengeksplor dan mengenal brand baru.

“Jadikan momen festival (belanja online) sebagai tantangan sekaligus kesempatan bagi pengiklan. Loyalitas yang rendah bisa jadi kesempatan merebut pelanggan baru,” pungkas Florencia.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :