Tentang Abdul Manan; dari Agensi Lokal, Berjaya di Ibu Kota, Tokoh Vokal Organisasi

Abdul Manan, Pendiri Artek & Partners

Abdul Manan, Pendiri Artek & Partners

Addiction.id-Jakarta Rasanya memang mustahil seorang pengusaha periklanan dari luar Jakarta bisa datang dan sukses di Ibu Kota. Namun, ini tak berlaku bagi Abdul Manan. Ia yang merintis agensi periklanan di Semarang, pada 1978, rupanya bukan jago kandang.

Abdul Manan adalah seorang petarung ulet, kompetitif, dan akhirnya berjaya di Ibu Kota. Para pelaku industri periklanan mengenangnya sebagai orang yang kerap memperjuangkan aspirasi daerah di organisasi.

Pada 21 Juli 2021 silam, setelah lebih dari empat dekade berkiprah di industri periklanan, Abdul Manan berpulang menuju keabadian.

Dunia periklanan Indonesia berduka yang sangat mendalam kehilangan salah seorang tokoh seniornya. Namun, legasi yang ditinggalkan almarhum akan membuat namanya selalu dikenang.

Pada mulanya, Abdul Manan muda mendirikan Artek & Partners. Agensi yang memberi solusi pemasaran dan periklanan bagi para kliennya di sekitar Semarang. Seiring berjalannya waktu, bisnis Manan kian meluas. Ia menghadirkan solusi iklan luar ruang, digital, spesialis, media planning and buying, premium merchandising, content licensing, hingga rumah produksi. Artek kemudian dikenal sebagai salah satu gergasi di periklanan Jakarta.

Pada 2013, semua unit bisnis yang ada pada dipayungi dalam nama Artek Group, dan menjelma sebagai salah satu yang terkuat di Tanah Air. Tak kurang dari 70 brand menjadi kliennya. Pelbagai anak usaha kian memperkuat langkah Artek dalam menangani banyak klien di segala bidang industri dengan pangsa pasar yang beragam.

Selama hidupnya, Manan memang telah memberi kesan yang luar biasa.

“Menurut saya, pencapaian terbesar Pak Manan adalah mendirikan agensi kecil di Semarang kemudian berhasil saat merambah ke Jakarta, dan menjadi salah satu perusahaan periklanan yang terbesar di Indonesia,” tutur Henry Saputra, seorang konsultan bisnis yang telah dua puluhan tahun berteman dengan Manan.

Henry mengaku tak heran dengan pencapaian Manan. Di matanya, Manan merupakan sosok pemimpin, pekerja keras, dan entrepreneur sejati yang fokus dalam berusaha. Ia menambahkan, Manan selalu memelihara hubungan dengan klien-klien dan paham betul kebutuhan mereka.

Gak heran, hubungan dia dengan yang klien bisa puluhan tahun. Di situlah kekuatan Pak Manan: menjaga hubungan yang baik dengan klien. Makanya, klien itu loyal sama dia. Dia itu kalau berhubungan dengan kliennya tidak semata-mata untuk mendapat keuntungan yang besar. Bagi dia, yang penting adalah bisa mendukung kesuksesan pemasaran klien-kliennya,” tutur Henry.

Selain Henry, karib Manan lainnya adalah Fachry Mohamad, wakil dari organisasi Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) yang duduk di Dewan Periklanan Indonesia. Fachry juga mengaku sama terkesannya kepada Manan. Ia mengatakan bahwa kehebatan Manan harus diacungi jempol.

“Orang daerah masuk Jakarta, lalu bersaing dengan pemain lama, itu gak gampang. Di masa itu, biro-biro iklan di Jakarta sudah besar-besar,” tambahnya. “Tapi Manan itu hebat. Dia sangat ulet, dia berani.”

Ia juga mengakui bahwa Manan punya kemampuan melobi yang luar biasa. “Jago. Lobi dia hebat banget,” tandas Fachry.

Terlepas dari kinerja selama di industri, baik Henry maupun Fachry mengenang Manan sebagai sosok yang baik hati. Hal itu tampak sejak mereka berkiprah di Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I).

Henry mengatakan, saat dirinya menjadi pengurus badan intern di P3I Pusat, pada awal 1990-an, Manan sangat memerhatikan anggota-anggota P3I daerah.

“Saat itu, Pak Manan adalah anggota P3I daerah Jawa Tengah. Dalam forum-forum pertemuan, dia selalu memerjuangkan kepentingan anggota-anggota P3I di daerah, di Jawa Tengah. Waktu itu, dia merasa bahwa semua kegiatan P3I sangat Jakarta sentris. Dia sangat vokal, tapi sangat baik dan tidak ada niat bermusuhan,” kenangnya.

Henry menjelaskan, kala itu, bisnis periklanan terpusat di Jakarta. Sementara, layanan perusahaan di daerah masih sangat terbatas. Situasi ini memengaruhi kebijakan P3I yang cenderung tak selaras dengan kepentingan kepengurusan daerah.

“Semua orang senior di P3I itu pasti kenal Manan,” ujar Fachry. Ia mengaku sejalan dengan Manan dalam memperjuangkan agar tiap daerah punya cabang P3I. Manan sangat ingin anggota P3I daerah diperhatikan.

Dibikinlah kayak P3I Jakarta dan Semarang, seperti itu. Seingat saya, P3I Semarang itu sudah ada lebih dulu dari P3I Jakarta. Waktu itu P3I Jakarta belum ada karena dianggap sama dengan P3I Pusat,” sambung pria yang merupakan ketua pertama P3I Jakarta ini.

Manan memang seoang pekerja keras. Sewaktu merayakan ulang tahun Artek Group ke-40, tiga tahun silam, CEO Artek Group, Maya Dewi, mengatakan, Artek terus bergerak karena menjalankan tiga filosofi yang diciptakan Manan: Kejujuran, Kemauan, dan Kemampuan (3K).

“Kita selalu terbuka dengan klien. Tidak ada yang kita tutupi, semua didiskusikan bersama. Di sini kita harus bisa served klien yang paling baik. Kalau ada kata-kata; klien tidak pernah salah, ya memang itu benar. Semua harus all out untuk klien,” ujar Maya Dewi.

Manan membangun Artek Group juga dengan tiga kredo: kerja keras manajemen dan tim, tahu cara melayani klien, dan tidak pernah berhenti meningkatkan diri. Dengan tiga resep itulah, ia tampil menjadi yang terbaik.

Dalam kenangan Fachry, Manan juga teman yang menyenangkan dan asyik diajak ngobrol. Tentang apa pun. “Dia orangnya hangat. Sama dia, ngobrol asyik aja. Santai. Tapi kalau lagi rapat, dia serius dan logis. Belakangan, saya sering ngobrol dengan dia via WhatsApp soal pengalaman perjalanan spiritual,” ujarnya.

Fachry tak menduga Manan akan segera berpulang. Bahkan Manan sempat mengusulkan pertemuan jika pandemi ini berakhir. Namun, rupanya Tuhan berkata lain.

Selamat jalan, Abdul Manan.

Terima kasih atas tunainya pengabdian selama 77 tahun usia yang dijalani.  Fachry lalu menutup dengan membisikkan, “semoga Manan husnul khotimah…”

Amin.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :