TikTok Batasi Remaja Gunakan Platformnya

TikTok Batasi Remaja Gunakan Platformnya

Addiction.id-Jakarta TikTok akan membatasi umpannya secara signifikan bagi para remaja. Layanan video sosial media ini akan membatasi visibilitas video bagi mereka. Adapun sebagian besar pembatasan ini akan berlaku untuk pengguna termuda.

Dilansir dari Engadget (13/8), pembatasan itu akan disetel ke privat secara default bagi remaja usia 13 hingga 15 tahun. Mereka juga harus memutuskan siapa yang bisa melihat video saat mereka mengunggah pertama kali. Opsi itu muncul di setiap kali mereka mengunggah. Mereka juga tak punya akses ke fitur Duet atau Stitch.

Remaja yang lebih tua juga akan dibatasi. TikTok akan menonaktifkan Direct Message (DM) secara default untuk anak berusia 16 dan 17 tahun yang bergabung dengan layanan untuk pertama kalinya. Platform juga akan meminta pengguna yang ada untuk meninjau pengaturan mereka, jika mereka belum pernah mencoba DM sebelumnya. Perusahaan juga akan memeriksa ulang sebelum remaja itu mengizinkan video mereka didownload.

Selain itu, TikTok juga akan mencoba mempromosikan kebiasaan penggunaan platform yang sehat. Notifikasi akan dinonaktifkan untuk remaja di bawah 16 tahun mulai pukul 21.00 waktu setempat, sedangkan remaja berusia 16 dan 17 tahun akan menerima notifikasi hingga pukul 22.00 waktu setempat. Secara teoretis, ini akan membantu membatasi penggunaan, termasuk mencegah bullying di malam hari.

Lebih lanjut, TikTok menekankan bahwa upaya privasi dan keamanan tak akan berakhir di situ saja. Dalam beberapa bulan mendatang, akan ada lebih banyak lagi yang akan datang. Namun, fokusnya jelas: TikTok tak ingin lagi remaja menghadapi pengganggu hingga pelaku kekerasan lainnya—yang menemukan mereka melalui video publik dan pesan yang tak diinginkan diminta.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :