Cara UMKM Bergabung dengan Merek Kolektif “Lupba”

Cara UMKM Bergabung dengan Merek Kolektif “Lupba”

Addiction.id-Jakarta Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dengan Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) bisa mendaftarkan produknya ke “Lupba”—yakni merek kolektif yang diinisiasi PBA. Namun, UMKM harus melalui tahap kurasi terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan oleh Hasan, Kepala Departemen Promosi dan Marketing di PBA, beberapa waktu lalu.

“Nanti diseleksi dari penampilan, rasa, hingga target pasarnya juga. Kalau lulus, nanti bisa bergabung dengan Lupba. Jadi, gak seluruhnya produk UMKM anggota PBA itu bisa masuk Lupba,” pungkasnya.

Perlu diketahui, PBA beranggotakan alumni Universitas Padjajaran (UNPAD) yang merambah ke dunia bisnis—di mana kebanyakan di antara mereka merupakan pelaku UMKM.  

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga di PBA Dewi Tenty mengatakan bahwa saat ini, PBA berfokus untuk menjaring alumni UNPAD. Namun, ke depannya tak menutup kemungkinan UMKM luar juga bisa bergabung.

Dewi menjelaskan, untuk bergabung dengan PBA, UMKM—terutama alumni UNPAD—bisa mengontak melalui media sosial. Kemudian tim PBA akan memastikan keaslian UMKM dengan melihat siapa pendaftar, meminta foto produk yang didagangkan, hingga memastikan alamat usaha. Jika terbukti kebenarannya, barulah UMKM bisa bergabung dengan PBA.

Selanjutnya, UMKM akan bergabung dengan grup obrolan di layanan perpesanan WhatsApp. Totalnya, saat ini ada empat grup obrolan dan setiap grup beranggotakan sekitar 200 pengusaha. UMKM yang tergabung bervariasi, dari jualan makanan hingga hewan.

“Dari semua grup itu, Kami juga lihat mana yang berpotensi bisa masuk Lupba. Sebelumnya, Kami melihat kebutuhan pasar terkini. Kami juga punya tim quality control untuk memastikan apakah produk mereka sesuai dengan standard Lupba,” ujar Dewi. “Setiap kategori punya standardnya masing-masing.”

Jika sudah memenuhi standard Lupba, produk bisa dipilih PBA dan kemudian dipasarkan.

Lebih lanjut, Dewi berharap kehadiran merek kolek seperti “Lupba” bisa membantu keberlangsungan usaha UMKM, terutama di masa pandemi COVID-19 ini.

Untuk diketahui, UMKM yang bergabung dengan “Lupba” dijanjikan bisa lebih fokus untuk memproduksi barang. Pasalnya, mereka tak perlu memusingkan perizinan merek—yang harus diurus bila menggunakan merek sendiri, mengingat sudah di bawah merek kolektif. Mereka juga tak perlu memusingkan masalah pemasaran, sebab PBA yang akan mengelolanya.  

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :