Manfaat yang Didapat UMKM Kalau Bergabung dengan Merek Kolektif

Manfaat yang Didapat UMKM Kalau Bergabung dengan Merek Kolektif

Addiction.id-Jakarta Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dengan merek kolektif seperti “Lupba” akan mendapat sejumlah manfaat. Salah satu pelaku UMKM yang bergabung dengan merek tersebut, Hasan, bersedia membeberkan apa saja manfaat yang ia dapat.

Hasan mengatakan bahwa pengusaha bisa langsung mendapat penghasilan untuk kembali produksi. “Soalnya, Lupba membayar produk itu tanpa dihutang,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

Ia, yang merupakan pengusaha kopi, mengaku sudah bergabung di Lupba selama enam bulan lebih. Menurut keterangannya, sejak bergabung di Lupba, produknya akan dipasarkan melalui tim marketing dari Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), inisiator merek Lupba. Ia menambahkan bahwa hal ini bisa meningkatkan penjualan produk.

Hasan yang juga merupakan Kepala Departemen Promosi dan Marketing di PBA mengatakan bahwa produk Lupba akan dijajakkan di Gerai Lupba Café, yang berlokasi di BTC Bandung dan Graha Kadin Kota Bandung.

“Produk juga dijual di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Dijual juga di Mall Indonesia, di e-commerce milik BRI, hingga di Koperasi UMKM Indonesia. Selain itu, dipromosikan juga kepada embassy-embassy. Ke depannya, akan dibuat e-commerce untuk UMKM berjualan, termasuk Lupba,” tuturnya. Ia menambahkan, di masa pandemi COVID-19 ini, pemasaran lebih banyak dilakukan secara online.

Selain kemudahan dalam memasarkan produk, Lupba juga memudahkan pengusaha perihal perizinan atau legalitas. Ini karena merek kolektif hanya memiliki satu legalitas. Sementara, jika menggunakan merek sendiri, maka perizinan dan sebagainya harus diurus sendiri.

“Ini ‘kan sulit, apalagi di masa pandemi dan baru merintis usaha. Ini pasti membutuhkan banyak waktu dan biaya yang tak sedikit. Jadi, dengan merek kolektif, perihal ini jadi lebih mudah,” kata Hasan.

Bukan cuma itu, ia mengatakan bahwa UMKM juga akan mendapat pelatihan keterampilan secara berkala. “Setiap satu atau dua bulan, kadang per minggu, ada pelatihan keterampilan untuk anggota PBA. Ini lebih banyak digelar secara online. Biasanya, pelatihan diinisiasi oleh klaster produk yang ada di Lupba. Misalnya dari klaster keripik pisang dan kopi, masing-masing ada pelatihan pengolahannya,” jelasnya.

Sebagai catatan, lanjut Hasan, pelatihan itu yang diprioritaskan untuk UMKM yang tergabung di PBA. Jadi, tak masalah jika ingin ikut pelatihan, namun belum masuk “Lupba”.

Selanjutnya, Hasan menjelaskan bahwa sebelum bergabung dengan Lupba, UMKM harus melalui tahap kurasi. “Nanti diseleksi dari penampilan, rasa, hingga target pasarnya juga. Kalau lulus, nanti bisa bergabung dengan Lupba. Jadi, gak seluruhnya produk UMKM anggota PBA itu bisa masuk Lupba,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PBA ini merupakan perkumpulan alumni Universitas Padjajaran (UNPAD) yang merambah ke dunia bisnis, di mana para anggotanya merupakan pelaku UMKM.

“Waktu itu, kopi saya itu unggulan. Jadi gak terlalu sulit waktu dikurasi. Setelah lulus, ada proses perjanjian dan kemudian kopi saya terdaftar di Lupba,”  kata Hasan, mengingat awal mula bergabung dengan Lupba.

Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini, Lupba rata-rata memesan 100 pouch kopinya, Royal Coffee Arabica Sipirok, dalam kurun satu sampai dua bulan. Adapun harga per pouch-nya yaitu Rp250.000,-.

Adapun di Lupba sendiri sudah ada dua pengusaha kopi, yang artinya ada dua jenis kopi yang dijajakkan. Meski demikian, Hasan mengatakan bahwa tidak ada persaingan antarmereka. “Kami justru bermitra. Kami  juga saling membantu, saling bertukar informasi. Kami ini sama-sama ingin memajukan perkumpulan ini. Klaster kopi di Lupba ini punya goal bikin kopi Indonesia,” ujar dia.

Sekadar informasi, saat ini sudah ada 15 produk yang dijual di bawah nama “Lupba”. Di antaranya yaitu kripik pisang, bawang goreng, kopi, minuman jahe dan kunyit, madu, sambal, hingga pupuk organik cair. Ke depannya daftar ini bisa bertambah.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :