Pengusaha Bisa Fokus Produksi Bila Jualan dengan Merek Kolektif

Pengusaha Bisa Fokus Produksi Bila Jualan dengan Merek Kolektif

Addiction.id-Jakarta Bergabung dengan merek kolektif seperti “Lupba” akan menguntungkan para pelaku UMKM. Pasalnya, ini memungkinkan mereka lebih fokus pada urusan produksi. Demikian tutur Dewi Tenty, salah satu penggagas merek “Lupba” sekaligus Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Perkumpulan Bumi Alumni (PBA).

“Mereka hanya memikirkan bagaimana fokus membuat dan menyuplai produk saja. Untuk strategi branding atau pemasaran akan dikelola PBA. Insyaallah, PBA bertanggung jawab pada penyuplai,” pungkasnya, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Lubpa diluncurkan pada Desember 2020 lalu atas inisiatif PBA. Adapun kehadiran Lupba diharapkan mampu mendorong keberlangsungan UMKM—utamanya di masa pandemi COVID-19, termasuk agar menembus pasar global. Ini yang pada akhirnya juga akan mendorong pemulihan ekonomi.

Dewi mengatakan bahwa pihaknya mengandalkan sejumlah platfrom online untuk memasarkan produk Lupba. Misalnya Facebook, Instagram, dan TikTok. “Tapi yang paling bisa kita andalkan adalah jejaring komunitas kami di PBA. Jadi, kalau orang bingung pangsa pasarnya, paling tidak, Kami sudah punya pasar,” sambungnya.

Selain dipasarkan secara online dan mengandalkan jejaring komunitas, produk Lubpa ini juga bisa didapat di Gerai Lupba Café, yang berlokasi di Bandung. Saat ini, sudah ada dua gerai yang beroperasi, yaitu di BTC Bandung dan Graha Kadin Kota Bandung.

“Jadi memang kata kuncinya, pada masa pandemi COVID-19 ini terutama, adalah kita harus bergabung dalam satu komunitas. Tapi komunitasnya yang benar, yaitu komunitas yang menjadi pelindung, menjadi perpanjangan tangan untuk berdagang. Seperti PBA ini, dengan merek kolektif Lupba,” tuturnya.

Untuk saat ini, PBA—yang digadang oleh alumni Universitas Padjajaran (UNPAD)—fokus menjaring alumninya yang merambah ke dunia entrepreneur. Namun, Dewi mengatakan, ke depannya tak menutup kemungkinan UMKM luar juga bisa bergabung.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan bahwa saat ini sudah ada 15 produk yang dijual di bawah nama “Lupba”. Di antaranya yaitu kripik pisang, bawang goreng, kopi, minuman jahe dan kunyit, madu, sambal, hingga pupuk organik cair. “Itu ke depannya, pasti akan lebih banyak lagi,” imbuhnya.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :