Cara Agar Konten Medsos Brand Disukai Audiens

Cara Agar Konten Medsos Brand Disukai Audiens

Addiction.id-Jakarta Belakangan ini, penggunaan internet semakin meningkat. Terlebih lagi di masa pandemi COVID-19 ini, di mana pemenuhan banyak aspek kehidupan jadi serba digital. Hal ini juga beriringan pada peningkatan penggunaan media sosial (medsos).

Berangkat dari hal itu, banyak perusahaan atau brand yang melihatnya sebagai peluang bisnis. Mereka, yang sejatinya ingin menjangkau audiens, mencoba semakin interaktif dengan mereka melalui medsos agar tetap relevan. Mereka pun menjajakkan produk atau jasanya melalui platform ini.

Melihat betapa signifikannya fungsi medsos untuk pemasaran, tampaknya kini kebutuhan akan pengelola yang ahli dalam mengelola medsos juga semakin meningkat. Tak heran bila sekarang ini sebuah brand punya spesialis medsos. Namun, peran spesialis medsos kerap kali dianggap sepele. Padahal sebetulnya pengelolaan medsos sendiri tak bisa sembarangan, lo.

“Saat membangun akun media sosial, hal pertama yang harus kita ketahui adalah tujuan dan harapan atau ekspektasi untuk masa depan. Dari informasi dasar ini, kita bisa mulai mencari referensi yang bisa kita gabungkan menjadi sebuah rencana yang utuh,” tulis Audrey, Social Media Associate Tokopedia yang mengelola akun Instagram @Inside Tokopedia, beberapa waktu lalu.  

Ia mengatakan, paling tidak, ada enam tahapan yang harus dilakukan agar publik bisa menikmati konten di medsos.

Pertama, riset tentang isu-isu terkini agar konten yang diunggah relevan dengan audiens. Setelah topik dipilih, selanjutnya adalah tahap pembuatan ide. Di  tahap ini, seorang spesialis medsos harus berpikir bagaimana mengemas topik agar menjadi konten menarik.

Tahap selanjutnya, yaitu membuat konten, entah dalam bentuk tulisan atau visual yang akan diunggah di medsos. Kalau sudah siap, konten bisa diunggah dan mesti dengan caption yang menarik.

“Saya tidak mengelola Inside Tokopedia sendirian, tetapi saya juga didukung oleh tim Creative, Studio, Employer Branding, dan Corporate Communications. Bersama-sama, kami melewati setiap tahap proses pembuatan konten,” tutur Audrey.

Ia menekankan bahwa spesialis medsos dituntut punya kreativitas dan kemampuan yang tinggi untuk membuat konten yang menarik. Adapun, lanjutnya, mereka harus punya keterampilan dasar copywriting dan storytelling, serta rasa ingin tahu yang tinggi agar selalu bisa relevan dengan audiens. Keterampilan penting lainnya ialah kemampuan menganalisis data menggunakan alat analisis khusus untuk menilai performa media sosial, seperti Social Baker. Ini penting untuk mengetahui topik atau ormat konten apa yang disukai audiens.

“Selama kita memiliki kualitas di atas, siapapun dengan latar belakang pendidikan apa pun bisa menjadi ahli di bidang media sosial,” tandas Audrey.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :