Surat Kabar Tolak Olimpiade Tokyo, Perusahaan Tak Mau Pasang Iklan

Addiction.id-Jakarta Surat kabar di Jepang mengaku kesulitan mendapatkan iklan. Hal ini terutama dialami oleh surat kabar yang menentang  Olimpiade Tokyo saat ini, seperti Asahi Shimbun.

Surat kabar nasional Jepang itu bersikeras menentang olimpiade dengan menerbitkan editorial. “Saya meminta Perdana Menteri untuk membatalkan Olimpiade Tokyo di musim panas,” tulis editorial itu.

Perusahaan menilai bahwa iklan untuk media yang mengkritik olimpiade tak bisa diterima oleh publik. Seorang eksekutif perusahaan surat kabar besar mengeluhkan hal ini.

“Biasanya, perusahaan sponsor akan memasang iklan ucapan selamat setiap hari. Namun, industri surat kabar terpukul keras dengan sedikit entri. Kritik Asahi Shimbun terhadap olimpiade tak disukai oleh pengiklan. Penolakan beriklan di suatu surat kabar secara langsung mempengaruhi perusahaan surat kabar lain. Iklan adalah partisi dari Dentsu, jadi jika satu perusahaan tak bisa beriklan, perusahaan lain akan terkena dampaknya pula,” jelas dia, dikutip pada Kamis (29/7).

Disebutkan bahwa periklanan di masa olimpiade dalam kondisi yang tidak terpuruk. Namun, sebaliknya bagi perusahaan surat kabar, yang sedang menentang olimpiade.

“Saya mengerti bahwa penyebaran infeksi telah menyebar bahkan di bawah keadaan darurat, dan beberapa orang khawatir tentang permainan olimpiade. Namun, setelah acara, orang-orang bersemangat dengan suasana yang meriah. Bagaimana surat kabar melaporkan perolehan medali emas oleh atlet Jepang?” pungkas eksekutif itu.

Meski begitu, Asahi Shimbun dan perusahaan surat kabar besar lainnya terdaftar sebagai perusahaan sponsor untuk olimpiade. Artinya, tentu saja kemenangan olimpiade akan dipasang di halaman depan.

Sementara itu, di Amerika Serikat, kecil kemungkinan surat kabar akan mensponsori olimpiade karena netralitas pers. Namun, mantan karyawan Dentsu dan profesor emeritus di Universitas Edogawa Itsuro Hamada menjelaskan alasan surat kabar mensponsori olimpiade.

“Perusahaan surat kabar secara alami mensponsori olimpiade dengan pertimbangan hadiah. Namun, turnamen ini hanya diinvestasikan sebagai sponsor, dan pendapatan iklan sebagai imbalan dari perusahaan sponsor tak masuk. Di masa depan pasti itu akan disponsori secara internal. Kritik akan muncul nantinya,” kata dia.

Sebelumnya, Toyota, salah satu perusahan besar yang mulanya menjadi sponsor besar Olimpiade Tokyo mengumumkan tak akan mengiklan sepanjang acara. Mundurnya Toyota ini akan memberi efek domino pada sponsor lain, yang mungkin lebih kecil dan berpotensi mundur. Tak lama perusahaan ini mundur, perusahaan lain yakni Suntory juga mengikuti jalan yang sama.  

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :