Program Laptop Merah Putih Bisa Dorong Industri Laptop Lokal

Program Laptop Merah Putih Bisa Dorong Industri Laptop Lokal

Addiction.id-Jakarta Pemerintah berencana menganggarkan Rp17 triliun hingga 2024. Salah satunya untuk program Laptop Merah Putih. Menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, program ini akan berdampak bagi siswa dan sekolah, serta vendor laptop lokal.

“Di negera maju, sekolah-sekolah sudah biasa pakai laptop atau Chromebook. Pemerintah kita kelihatannya ingin kita bisa seperti itu, tapi upaya tersebut sekaligus digunakan untuk memajukan brand lokal, jadi bagus sih (programnya),” tutur Lucky, Senin (26/7).

Untuk diketahui, pasar laptop saat ini disesaki oleh banyak brand, baik lokal maupun global. Namun, harga yang ditawarkan vendor global makin terjangkau. Hal ini membuat vendor lokal kesulitan bersaing, sehingga lebih melakukan penjualan secara B2B dan jarang menjual langsung ke konsumen.

Lucky menjelaskan bahwa beberapa tahun lalu, brand lokal sudah punya tempat di masyarakat karena harganya terjangkau dari vendor luar. Sehingga menjadi alternatif bagi konsumen yang budget-nya terbatas.

Namun, belakangan ini, harga tidak selisih jauh, sehingga membuat pabrikan laptop dalam negeri harus bersaing keras dengan vendor global. Ditambah lagi, jika brand-brand Cina mengekspansi ke Indonesia dengan harga bersaing.

Jadi pemerintah mestinya membantu brand dalam negeri dengan memberi subsidi agar mereka bisa berkembang. “Kalau tidak disubsidi, langsung disuruh fight, susah kelihatannya untuk bisa maju. Sampai brand lokal bisa menemukan bentuknya atau racikan yang pas untuk digunakan di Indonesia butuh waktu dan pemerintah harus ikut turun tangan, misalnya dikasih arahan, dibantu mempermudah segala izin,” tutur Lucky.

Meski begitu, ia mengakuti bahwa stereotipe yang ada saat ini turut membebani industri laptop lokal. Para vendor lokal dicap rendah kualitasnya dibandingkan pabrikan global. Di lain sisi, memang secara marketing dan eksposur, brand lokal kalah dengan brand global sehingga masyarakat jarang menggunakan produk lokal.

Lucky berharap program yang dicanangkan pemerintah bisa mengatasi masalah tadi.

“Vendor lokal harus bisa membuktikan bahwa produk mereka memang bagus dan sesuai harganya. Kalau produk lokal makin bagus kualitasnya, tentu masyarakat akan semakin makin percaya sehingga pasarnya akan semakin melebar,” ujar Lucky.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :