Agensi Periklanan Tak Akan Terkikis Zaman

Agensi Periklanan Tak Akan Terkikis Zaman

Addiction.id-Jakarta Sejak pandemi COVID-19 melanda, banyak pengiklan yang mengalihkan atau menambah anggaran untuk beriklan di ruang digital. Hal ini menyebabkan belanja iklan digital di Indonesia meningkat secara signifikan menjadi 20% di 2020, menurut Nielsen.

Nielsen sebelumnya melaporkan bahwa total belanja iklan di Indonesia pada 2020 mencapai Rp229 triliun di semua tipe medium iklan.

Meski belanja iklan digital naik, medium televisi rupanya masih menjadi andalan, di mana belanja iklan di medium ini mencapai 70% lebih.

Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DKI Jaya Elwin Mok pun mengamini laporan tersebut. Sebab pasar terbesar di Indonesia memang bukan di ruang digital.

“Kalau di perkotaan, digitalisasi itu umum dan ada di mana-mana. Faktanya, di luar itu, market paling besar di Indonesia gak semuanya digital,” sambung dia, di acara diskusi daring yang digelar oleh FEMSTATION, Senin (19/7).

Meski begitu, Iman Sugema, Dosen Departemen Ilmu Ekonomi di Institute Pertanian Bogor, memprediksi bahwa iklan digital akan mendominasi di beberapa tahun mendatang. Ia menilai bahwa pandemi yang sudah didukung teknologi digital seperti sekarang ini, bahkan akan mengakselerasi peralihan pola beriklan.

“Saya tegaskan di sini, yang esensial di masa setelah pandemi, iklan di platfrom di digital punya daya akselerasi dan ke depannya semakin terakselerasi. Karena iklan di ruang digital itu, bisa dilakukan melalui robot algorithm—yang bisa dicari segmen-segmen yang lebih pas dengan konsumennya. Berbeda dengan televisi yang gak bisa diatur seperti itu,” tutur Iman, di kesempatan yang sama.

“Meski saat ini belanja iklan digital baru 20%, tapi ke depannya, iklan digital akan take over,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya, bukan berarti agensi periklanan bisa tergantikan oleh robot atau algoritma. Pasalnya, brand nyaris tak pernah membuat iklan sendiri. Ia bahkan memprediksi bahwa lima hingga sepuluh tahun lagi, industri ini mungkin lebih cepat dari industri lainnya. “Jadi jasa iklan itu akan terus ada, karena ini industri kreatif,” imbuh Iman.  

Selaku orang yang berkiprah di industri periklanan, Elwin juga mengaku percaya diri bahwa jasa mereka akan terus diperlukan.

“Hal yang dijual agensi kreatif adalah soal pendekatan kepada masyarakat, bagaimana kami membungkus message. Shifting dan mind set konsumen itu jadi prioritas. Misalnya di pandemi ini, kami lihat seperti apa polanya, kami dituntut punya sensitivitas,” ujarnya.

“Sekarang ini, orang mikirin soal affordability, lalu health. Tampaknya juga ada altruism. Itu jadi prioritas kami. Itu contoh shifting yang berubah. Ini juga akan memengaruhi plan iklan juga ,” terang Elwin.  

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :