Iklan-Iklan yang Disukai Audiens Indonesia

Iklan-iklan yang Disukai Audiens Indonesia

Addiction.id-Jakarta Nyaris semua pihak kelimpungan di masa pandemi COVID-19, termasuk para pelaku industri periklanan. Mau tak mau mereka harus beradaptasi dengan situasi terkini. Dengan begitu, iklan yang mereka buat bisa kontekstual dan relevan dengan audiens, namun penggarapannya tetap rasional bagi mereka.

Misalnya saat Ramadan beberapa bulan lalu. Managing Director Kantar Indonesia Insights Division Suresh Subramanian menilai bahwa Ramadan tahun ini menjadi lebih sosial, lantaran konsumen di Indonesia mencari kesenangan di tengah kepenatan akibat pandemi. 

“Tidak mengherankan jika iklan-iklan dengan tema fantasi dan humor yang dapat mengurangi beban mental mereka merupakan iklan-iklan yang paling disukai konsumen,” tuturnya, dikutip Jumat (16/7).

Nitin Sharma, Direktur Qualitative and Creative Kantar Indonesia, mengaku bahwa tahun ini lebih sulit untuk membuat konten yang lebih menarik dan progresif. Pengiklan harus bekerja keras untuk tetap relevan, namun tetap mematuhi aturan kreativitas terbaru.

“Aturan ini seperti simbol atas ketahanan dan kasih sayang, berbicara yang masuk akal atau pun tidak masuk akal, dan menyajikan konten humanis untuk mendorong pesan dan pengalaman yang lebih personal,” ujar dia.

Menurutnya, Ramadan selalu menjadi titik untuk tumbuh bagi pengiklan, terlebih di masa pandemi ini. Ia menambahkan bahwa melalui konten, brand tetap relevan dan memberi nilai bagi konsumen.

Lebih lanjut, perusahaan analitik data dan konsultasi itu menyurvei seribu konsumen di Indonesia melalui Kantar Indonesia Most Loved Ramadan Ads 2021. Survei ini ditujukan untuk mengidentifikasi iklan Ramadan mana yang paling disukai dan menonjol serta terkoneksi dengan konsumen.

Kemudian didapati bahwa iklan yang terpilih ialah iklan dengan pelintiran cerdas dan menarik yang dikombinasikan dengan ide-ide berani, imaginatif, dan dekat dengan hati konsumen.

Adapun iklan yang dimaksud antara lain Grab dengan ‘Indonesia Bisalah’ yang penuh humor.Disusul oleh Gojek dengan ‘Kiriman Bermakna’. Lalu, Prochiz dengan ‘Spesialkan Momen Lebaran’ yang menceritakan asisten rumah tangga yang tak bisa mudik Lebaran karena kondisi keuangannya. Selanjutnya, ada Tokopedia yang mengusung ‘Dekatkan yang Jauh’ yang memberi pesan untuk mengirim parsel sebagai tanda peduli.

(LH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :